Pemerintah Mulai Konversi Mitan ke Gas di Natuna

Konversi gas di natuna
Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Natuna Khaidir. (Foto: man/gokepri.com)

Natuna (Gokepri.com) – Pemerintah memulai program konversi minyak tanah ke gas di Natuna tahun ini. BP Migas memutuskan tidak menambah kuota minyak tanah.

Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Natuna Khaidir mengungkapkan pihaknya telah menyampaikan usulan penambahan kuota minyak tanah ke BP Migas tapi pengajuan itu ditolak.

Pengajuan kuota itu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Natuna atas bahan bakar minyak tanah yang terus bertambah seiring pertumbuhan penduduk. Sementara tingkat konversi minyak tanah ke gas di kabupaten paling utara Indonesia ini masih rendah.

“Usulan kami tak diterima oleh BP Migas,” kata Khaidir.

BP Migas telah memutuskan kuota minyak tanah untuk Natuna tahun ini sebesar 2.561 kiloliter. Jumlah ini berkurang dari kuota tahun lalu.

Pertamina pada 2020 memberikan kuota minyak tanah untuk Natuna sebanyak 3.334 kiloliter dengan realiasi 3.060 kiloliter.

Sedangkan kuota minyak jenis solar sebanyak 7.403 kiloliter dan premium 9.423 kiloliter untuk Natuna pada 2021.

“Kouta ini kami nyatakan belum cukup untuk Natuna terutama sekali jenis minyak tanah,” jelas Khaidir.

Akan tetapi menurut Khaidir, penolakan tersebut mengandung alasan yang cukup menggembirakan bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Natuna.

“Alasan menolaknya karena Natuna akan dikonversikan dari penggunaan mitan ke gas. Jadi alasan ini membuat kami senang,” ungkapnya.

Khaidir menyebutkan penggunaan bahan bakar gas sudah lama diinginkan oleh masyarakat Natauna karena wilayah Natuna memiliki kekayaan gas alam yang berlimpah namun sampai saat ini mereka belum bisa menikmati gas subsidi seperti di daerah-daerah lain.

“Karena kami sudah lama ingin dapat gas subsidi dan sudah berkali-kali diminta baru sekarang dipenuhi. Katanya tahun ini mau dikompersi tapi kuotanya belum dapat kepastian, mudah-mudahan segera dapat direalisasikan,” harapnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data Pertamina, beberapa kabupaten di Provinsi Kepri masih menggunakan minyak tanah pada 2020. Kabupaten itu yakni Anambas dengan realisasi penggunaan minyak tanah sebanyak 1.464 kiloliter, Lingga sebanyak 6.336 kiloliter dan Natuna sebanyak 3.060. Karimun masih mendapat kuota sebanyak 6.168 kiloliter.

(Man)

Baca Juga: Lanud RSA Minta Anggota Salurkan Zakat Lewat Baznas Natuna

BAGIKAN