Pemerintah Impor Ratusan Ton Beras dari Myanmar dan Thailand

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo saat meninjau Gudang Bulog Pajangan, Bantul, Selasa (30/1/2024). Foto: ANTARA

Bantul (gokepri.com) – Pemerintah Indonesia melalui Badan Pangan Nasional mengimpor ratusan ton beras dari Myanmar dan Thailand. Impor beras tersebut dalam rangka cadangan pangan.

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo mengatakan beras impor itu di antaranya disimpan di Gudang Bulog Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kalau ini di sini (Bulog Bantul) hari ini stoknya pahit sekali, tetapi harus kita lakukan importasi,” ujarnya, usai mendampingi Presiden Jokowi meninjau stok beras di Gudang Bantul, Selasa 30 Januari 2024.

HBRL

Baca Juga: Jokowi: Bantuan Pangan Beras Disalurkan hingga Maret

Arief mengatakan beras yang diimpor dari Myanmar berjumlah 600 ribu ton dan dari Thailand sekitar 500 ribu ton. Saat ini stok beras di gudang tersebut mencapai sekitar 1,1 juta ton.

Arief mengakui impor beras yang dilakukan Badan Pangan Nasional ini merupakan keputusan pahit namun harus dilakukan.

“Supaya pemerintah, masyarakat memiliki pasokan pangan, utamanya beras,” kata dia.

Sementara itu angka stok beras secara nasional saat ini mencapai 1,4 juta ton. Stok tersebut terus bertambah.

Arief memastikan saat panen raya nanti, pihaknya akan menyetop impor beras, sebab aktivitas impor yang dilakukan saat ini hanya untuk cadangan pemerintah.

“Karena biasanya kalau panen raya harga mulai turun, sedang perintah Pak Presiden harga di petani harus baik,” katanya.

Ia mengatakan harga beras di tingkat petani harus baik, sehingga seluruh petani bersedia untuk menanam padi.

“Jagung harganya baik, padi harganya baik, sehingga nilai tukar petani naik, BPS kemarin sudah merilis angkanya 114 persen, ini salah satu yang terbaik,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Antara

Pos terkait