TANJUNGPINANG (gokepri) – Kiprah ekonomi Kepri dinilai mengagumkan. PDRB per kapita lampaui nasional, bahkan setara Brazil dan Thailand, berkat industri dan ekspor.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia, Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berada jauh di atas rata-rata nasional. Jika PDRB per kapita Indonesia sekitar 5.000 dolar AS, Kepri telah mencapai 10.174 dolar AS per kapita.
“Capaian tersebut menempatkan Kepri sebagai salah satu provinsi dengan PDRB per kapita tertinggi di Indonesia,” kata Amalia di Gedung Daerah Tanjungpinang, Sabtu (24/5/2025). Ia bahkan membandingkan PDRB per kapita Kepri setara dengan Brazil, yang dikenal sebagai salah satu kekuatan ekonomi besar dunia dengan PDRB per kapita sebesar 10.214 dolar AS. “Bahkan PDRB Kepri sudah melampaui Thailand dengan PDRB sebesar 7.810 dolar AS,” ungkapnya.
Amalia juga menyampaikan pada triwulan I tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Kepri tumbuh sebesar 5,16 persen secara tahunan (year-on-year), meningkat dibandingkan pertumbuhan 5,00 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini menempatkan Kepri di posisi ke-13 dari 38 provinsi di Indonesia. Namun, ia menekankan bahwa potensi pertumbuhan Kepri masih sangat besar, bahkan mampu tumbuh di atas lima persen.
“Salah satu kunci percepatan pertumbuhan ekonomi Kepri adalah dengan menggenjot sektor industri pengolahan, seperti yang telah terbukti di Kabupaten Bintan. Pada triwulan I, pertumbuhan ekonomi Bintan mencapai 8,9 persen, berkat kontribusi besar sektor tersebut,” jelas Amalia.
Dalam perbandingan struktur ekonomi, Amalia melanjutkan, ekonomi nasional mayoritas ditopang oleh konsumsi masyarakat. Berbeda dengan Kepri yang justru lebih ditopang oleh sektor pengolahan, ekspor, dan investasi. “Artinya, ekonomi Kepri jauh lebih produktif karena didorong oleh sektor-sektor yang menghasilkan,” ujarnya. Dari sisi produksi, kontribusi sektor industri dan perdagangan terhadap pertumbuhan ekonomi Kepri mencapai 3,69 persen dari total 5,16 persen. Sebagai perbandingan, kontribusi sektor industri di tingkat nasional hanya 0,93 persen dan sektor perdagangan 0,66 persen.
Dengan potret ekonomi saat ini, Amalia optimistis bahwa Kepri memiliki peluang besar untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan target Presiden RI Prabowo Subianto dan arah pembangunan dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) serta Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kepri.
Amalia menambahkan, BPS dan Pemprov Kepri terus meningkatkan kolaborasi, tidak hanya sebatas penyediaan data statistik, tetapi juga mencakup pencatatan aktivitas ekonomi secara tepat, akurat, dan konkret. Hal ini dinilai penting untuk membaca denyut nadi ekonomi Kepri secara aktual, yang pada akhirnya akan mendukung pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran oleh pemerintah daerah. “BPS siap mendukung Gubernur Kepri dalam merumuskan kebijakan yang mampu mengintervensi sektor-sektor strategis, dengan basis data yang lebih akurat,” demikian Amalia. ANTARA
Baca Juga: Ekonomi Batam Tumbuh 6,69 Persen, Industri Pengolahan Jadi Penopang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









