Pariwisata Kepri Kalah Kompetitif akibat Harga Tiket Kapal Batam-Singapura Melambung

vihara 1.000 wajah
Vihara 1.000 wajah di Bintan, Kepulauan Riau. Foto: Shutterstock

Batam (gokepri) – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau Guntur Sakti menyatakan melambungnya harga tiket kapal Batam-Singapura berdampak negatif pada sektor pariwisata.

Hal tersebut disampaikan Guntur usai mengikuti Forum Group Discussion (FGD) yang diinisiasi oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk menyelesaikan polemik harga tiket kapal yang tinggi.

Baca:

Ia pun menilai target Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk Kepri agar bisa menjaring 3 juta wisatawan mancanegara pada 2024 sulit tercapai. “Semua pihak sepakat bahwa salah satu sektor yang paling terdampak kenaikan harga tiket ini adalah pariwisata,” kata Guntur, Selasa (11/6/2024).

Menurut dia, ekosistem pariwisata saat ini menghadapi persoalan utama terkait aksesibilitas, dengan dua faktor utama, yaitu harga dan keimigrasian. Kenaikan harga tiket kapal Batam-Singapura yang signifikan membuat wisatawan enggan berkunjung karena dianggap tidak terjangkau.

pariwisata kepri
Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Guntur Sakti. Foto: gokepri/Muhammad Ravi

Sementara itu, dari sisi keimigrasian, meskipun Kepri sudah memiliki jenis visa singkat, namun kepastian tarifnya masih belum jelas. “Dua persoalan utama di aksesibilitas ini menjadikan ekosistem pariwisata kita hari ini kurang kompetitif dibandingkan dengan negara tetangga yang semakin agresif dalam menarik wisatawan,” jelas Guntur.

Melambungnya harga tiket kapal membuat pariwisata Kepri kalah kompetitif dibandingkan Johor. ”Kami sudah berkomunikasi secara informal dengan Pak Menteri (Sandiaga Uno), sebaiknya Pak Menteri berkenan melakukan revisi target kunjungan yang 3 juta itu kalau soal tarif (kapal) ini belum bisa diselesaikan,” kata Guntur.

Guntur berharap, dengan dorongan semua pihak yang terlibat, harga tiket kapal ferry dapat segera diturunkan dan visa singkat tersedia dengan tarif yang terjangkau.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam Jadi Rajagukguk mengatakan, industri pariwisata Batam sedang tidak baik-baik saja. Harga tiket kapal harus segera diturunkan agar pariwisata dalam negeri bisa bersaing dengan negara tetangga.

Harga tiket kapal Batam-Singapura naik sejak April 2022. Kini, tiket pergi-pulang untuk pemegang paspor negara lain Rp915.000, naik tajam dari sebelumnya sekitar Rp600.000. Untuk pemegang paspor Indonesia harganya Rp760.000, sebelumnya lebih kurang Rp400.000. Harga tiket yang melambung ini menuai polemik. Turis Singapura menyatakan harga tiket Rp915.000 untuk ke Batam amat mahal dan tak masuk akal.

Sementara Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan mengirim saran kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar menerbitkan regulasi tarif batas atas kapal rute Batam-Singapura.

Anggota KPPU Eugenia Mardanugraha saran tersebut diharapkan dapat membantu menurunkan harga tiket ke tingkat yang wajar. Eugenia menjelaskan Kemenhub memiliki kewenangan untuk mengeluarkan regulasi yang menentukan batas atas harga tiket kapal.

Ia menilai harga tiket yang wajar berkisar Rp500.000 hingga Rp600.000 untuk pergi-pulang. “Sebetulnya memungkinkan. Jadi, Kementerian Perhubungan yang bisa mengeluarkan regulasi tersebut untuk menentukan batas atas harga tiket,” jelasnya.

Penulis: Muhammad Ravi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News