BATAM (gokepri) – OJK Provinsi Kepulauan Riau mendorong percepatan akses keuangan melalui High Level Meeting TPAKD Kepri yang digelar di Gedung Wan Seri.
Kepala OJK Kepri, Sinar Danandjaya, menegaskan bahwa TPAKD membutuhkan sinergi kuat antara Pemerintah Daerah, OJK, pelaku industri jasa keuangan, akademisi, hingga asosiasi pengusaha untuk memperluas inklusi keuangan secara nyata.
“Forum strategis ini menjadi panggung konsolidasi lintas pemangku kepentingan untuk menutup kesenjangan akses layanan keuangan di seluruh kabupaten dan kota,” ujar Sinar dalam keterangannya, Jumat (12/12/2025).
Pertemuan ini dihadiri sejumlah pimpinan daerah, perwakilan industri jasa keuangan, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK), akademisi, dan Direktorat Inklusi Keuangan OJK. Sebagian peserta dari Natuna dan Kepulauan Anambas bergabung secara daring.
Dalam paparannya, Direktorat Inklusi Keuangan OJK melalui Yona Wulandari menjelaskan arah kebijakan Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD). Indeks ini akan menjadi indikator utama dalam RPJMD dan memetakan kekuatan serta celah akses keuangan di setiap kabupaten/kota di Kepri.
Forum juga menyoroti tantangan klasik yang masih membayangi: rendahnya literasi keuangan masyarakat dan lemahnya konektivitas internet—dua faktor yang terus menghambat perluasan layanan keuangan formal. OJK menilai kedua isu ini membutuhkan intervensi serius melalui edukasi keuangan yang lebih agresif dan pemerataan infrastruktur digital.
Pertemuan tersebut menetapkan empat sektor dengan potensi terbesar dalam mendorong ekonomi dan membuka akses pembiayaan, yaitu perikanan, pertanian dan perkebunan, pariwisata, serta UMKM. “Keempatnya akan menjadi fokus program pembiayaan produktif TPAKD di 2026–2030,” jelas Sinar.
Sinar juga melaporkan kinerja industri jasa keuangan per September 2025. Pertumbuhan total aset dan kredit mencatat angka tertinggi di Sumatera Bagian Utara, masing-masing 13,50% dan 20,68%. Dana Pihak Ketiga (DPK) turut meningkat 14,20%. Pembiayaan di Kepri tercatat memiliki risiko terendah, ditunjukkan oleh NPF hanya 1,30% dengan total pembiayaan Rp5,916 miliar.
Sektor pergadaian dan modal ventura juga mencatatkan pertumbuhan impresif. Pergadaian tumbuh 34,16%, tertinggi kedua di Sumatera Bagian Utara. Modal ventura bahkan melejit 350,85% dengan risiko sangat terkendali (NPF 1,02%). Meski begitu, Sinar mengingatkan adanya perlambatan di sektor asuransi jiwa yang turun -8,26%. Hanya asuransi umum yang mencatat pertumbuhan positif sebesar 13%, bahkan menjadi satu-satunya wilayah di Sumatera Bagian Utara yang menunjukkan tren naik.
TPAKD Kepri turut memperkuat sejumlah program prioritas, di antaranya:
• Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) di Kepri, Batam, dan Bintan
• Subsidi bunga K/PMR dari pemerintah daerah
• Program perlindungan sosial bagi tenaga kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan
• Business matching dan literasi keuangan
• Kampanye waspada keuangan ilegal
TPAKD Kepri juga masuk nominasi TPAKD terbaik di Pulau Sumatera, berdampingan dengan Sumsel dan Sumut.
Melalui High Level Meeting ini, TPAKD Kepri menegaskan komitmennya memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan perluasan akses keuangan berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran. Tujuannya jelas: mendorong kemandirian ekonomi seluruh kabupaten/kota di Kepulauan Riau dan memastikan masyarakat semakin dekat dengan layanan keuangan formal.
Baca Juga: BENCANA SUMATERA: OJK Terapkan Keringanan Kredit dan Percepat Klaim Asuransi bagi Korban Bencana
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









