OJK Bagikan Tips Mengelola THR Agar Tak Numpang Lewat

tips mengelola thr
Ilustrasi. OJK Bagikan tips cara mengelola THR agar tak numpang lewat. Foto: Pexels

BATAM (gokepri.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bagikan tips mengelola Tunjangan Hari Raya (THR) agar tak numpang lewat, tapi benar-benar bisa bermanfaat.

THR seringkali menjadi penyelamat untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Sayangnya THR seringkali tidak menyisakan apa-apa begitu Lebaran sudah selesai.

Melalui laman Instagram resminya OJK membagikan tips mengelola THR agar dapat dimanfaatkan dengan baik.

10 persen bayar zakat dan infak

Tunaikan kewajiban membayar zakat dan membantu sesama dengan infak. Apalgi di bulan Ramadan dianjurkan untuk meningkatkan amal ibadah. Tentu pengelolaan THR juga sebaiknya sebagian digunakan untuk meningkatkan ibadah.

10-30 persen bayar utang

Gunakan THR untuk membantu melunasi utang dan cicilan, jangan biarkan utang berlarut-larut. THR menjadi uang ekstra yang bisa digunakan untuk mengurangi beban seperti utang.

20 persen tabungan dan investasi

Sisihkan minimal 20 persen untuk tabungan dan investasi. THR bisa menjadi alternatif sumber dana untuk investasi. Jangan sampai THR habis begitu saja. Mulai sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit.

40 persen kebutuhan pokok

THR memang bertujuan untuk menunjang kebutuhan saat Hari Raya. Misalnya untuk berbelanja kebutuhan pokok untuk hari Raya termasuk kebutuhan mudik Lebaran.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam konferensi pers sosialisasi kebijakan pembayaran THR Keagamaan Tahun 2023 di Jakarta, 28 Maret lalu mengatakan pembayaran kepada pekerja atau buruh paling lambat tujuh hari sebelum hari raya Idul Fitri.

“THR keagamaan ini harus dibayar penuh, tidak boleh dicicil. Mengimbau kepada perusahaan membayar THR keagamaan lebih awal sebelum jatuh tempo,” kata Ida.

Aturan pembayaran THR keagamaan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) M//HK.0400/III/2023 tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2023 bagi Pekerja atau Buruh di Perusahaan.

Baca Juga: THR Harus Dibayarkan Maksimal H-7 Lebaran, Pemerintah Larang Dicicil

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Asrul Rahmawati

BAGIKAN