Nasabah KSP Karya Bhakti Laporkan Dugaan Penggelapan Dana ke Polisi

KSP Karya Bhakti
Ilustrasi. foto: istimewa

Batam (gokepri.com) – Nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Karya Bhakti Belakangpadang melaporkan kasus dugaan penggelapan dana koperasi itu ke Polresta Barelang.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto, menaruh atensi serius terhadap kasus tersebut. Kepolisian akan menindak tegas jika ada unsur pidana. “Kalau urusan masyarakat, saya akan utamakan. Kembali kepada masalah ini, saya mengutamakan asas praduga tak bersalah. Saya imbau masalah ini diselesaikan dengan mediasi sebelum ke ranah hukum,” kata Nugroho dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDP), Jumat lalu.

Ia mengakui bahwa saat ini beberapa perwakilan nasabah sudah membuat laporan pengaduan ke Polresta Barelang. Sejumlah nasabah pun sudah dimintai keterangan menyangkut permasalahan ini. “Orang-orang yang ada di KSP sebaiknya mempertanggungjawabkan perkara ini,” kayanya.

Anggota Komisi I DPRD Batam, Utusan Sarumaha, meminta Ketua KSP Karya Bhakti, Suratno, bertanggung jawab. “Saya berharap, ketua koperasi konsisten dalam memperjuangkan ini,” katanya

Utusan juga meminta agar masalah bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan atau mediasi. Jika tidak ada hasil maka baru bisa dibawa ke pihak berwajib. “Nanti apakah unsur pidananya terpenuhi atau tidak itu urusan kepolisian. Tapi, ada kemungkinan uang tak bisa kembali,” sambungnya.

Cara lainnya seperti dibawa ke pengadilan menjadi usul Utusan. “Tapi prosesnya panjang. Seperti pepatah bilang, menang jadi arang kalah jadi abu. Kami berharap proses mediasi bisa dikedepankan. Untuk ketua koperasi harusnya benar-benar bisa memberikan solusi. Apalagi hampir rata-rata nasabah adalah kalangan menengah ke bawah,” tambah Utusan lagi.

Dalam polemik ini, Utusan juga meminta agar seluruh pengurus KSP Karya Bhakti Belakang Padang dapat bertanggung jawab. Para pengurus jangan lepas tangan atas permasalahan yang menyebabkan kerugian hampir puluhan miliar rupiah,” katanya.

Sementara, perwakilan nasabah, Firmansyah, mengaku jika permasalahan ini mulai terendus sejak dua tahun lalu. Hal itu diketahui lantaran nasabah sulit melakukan penarikan uang.

“Nasabah lain pun mengakui hal yang sama. Kesulitan untuk melakukan penarikan dana yang sudah mereka simpan sejak lama di koperasi ini,” ujarnya dalam rapat. Ia berharap masalah ini bisa cepat terselesaikan dan dana nasabah bisa dikembalikan.

Penulis: Engesti

BAGIKAN