Bintan (gokepri.com) – Kehadiran menteri-menteri di Pulau Bintan akhir pekan lalu merupakan keuntungan besar bagi pulau wisata itu. Menteri dan rombongan berkunjung ke wisata Lagoi, membicarakan masalah pemulihan ekonomi dan penanganan Covid-19 selama dua hari.
Rombongan menginap di beberapa resort yang menghadap laut, semua titik indah di peta pulau wisata itu. Sebelum pandemi, wisata Bintan adalah langganan wisatawan mancanegara karena keindahannya. Tapi selama pandemi, hotel-hotel di Bintan terseok-seok.
“Industri pariwisata banyak yang tutup di Bintan. Bintan kehilangan sekitar 3 juta wisatawan mancanegara akibat pandemi COVID-19. Akibatnya, Bintan juga kehilangan pendapatan dari sektor pariwisata sekitar USD15 juta,” papar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Hotel Laguna, Lagoi, Bintan, Jumat (25/9/2020).
Menko Airlangga dan sejumlah menteri memberikan keterangan pers terkait Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) dan Kementerian/Lembaga pekan lalu.
Rapat koordinasi pimpinan berlangsung di Laguna Bintan, tepatnya di atas bukit. Dari situ para menteri dan pejabat negara bisa melihat pemandangan pantai dan laut yang indah. Ada pula vila-vila kecil berjejer di antara rindangnya pohon di lereng perbukitan.
Sebelum memulai rapat, para menteri dan pejabat negara bersenda gurau dan berfoto. Airlangga Hartarto sempat menyampaikan dia terpesona dengan keindahan Pulau Bintan.
“Luar biasa dan bagus pemandangannya,” ujar Airlangga Hartarto seusai berfoto di atas bukit Laguna Bintan dilansir Tempo.co.
Airlangga mengatakan pemerintah pusat akan memberi stimulus untuk membangkitkan sektor pariwisata. Berbagai kebijakan itu diselaraskan dengan upaya penanganan COVID-19, termasuk imunisasi massal yang akan disiapkan Kemenkes.
“Kami yakin perekonomian di Kepri bangkit, khususnya sektor pariwisata di Bintan,” ujar Menko Airlangga Hartarto yang juga Ketua Komite Penanganan COVID-19.
Ia optimistis sektor pariwisata Bintan berkembang pesat karena merupakan daerah dengan pantai yang indah dan masyarakat yang ramah.
“Bintan memiliki daya tarik bagi wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara,” kata Menko Airlangga.
Salah satu menteri yang hadir dalam kegiatan itu yakni Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama. Wishnutama memenuhi janjinya kepada Bupati Bintan Apri Sujadi untuk berkunjung ke Bintan.
Wishnutama mengatakan pemerintah pusat akan melakukan berbagai kebijakan agar sektor pariwisata di Bintan berkembang pesat. Peningkatan sektor pariwisata di Bintan juga akan memberi dampak positif bagi sektor lainnya seperti perekonomian, ketenagakerjaan, dan kesejahteraan masyarakat.
“Bintan ini menarik, eksotis, dan strategis, sehingga sektor pariwisata potensial berkembang pesat,” katanya.
Wishnutama, di akun Instagram, sempat mengunggah salah satu fotonya di atas bukit, dengan pemadangan pantai dan pulau-pulau kecil. “Salah satu destinasi pariwisata negeri kita yang keren banget,” tulis Wishnutama pada Jumat, 25 September 2020.
Rombongan rapat dua hari, Jumat dan Sabtu, 25 – 26 September 2020. Kamar resort dan hotel di kawasan ini hampir terisi penuh, mulai dari kelas atas sampai menengah, dan bawah. Menurut laporan Dinas Pariwisata setempat, 450 kamar hotel terisi penuh.
Rombongan menteri yang hadir di antaranya dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian; Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan; Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi; Kementerian Perdagangan; Kementerian Pertanian dan beberapa pimpinan lembaga.
Hotel Terisi Penuh
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan, Wan Rudi mengatakan, hampir 450 kamar resort di Bintan terisi oleh tamu di acara tersebut. “Resort-nya penuh,” kata Rudi dilansir Tempo.co.
Rudi merinci Resort Cassia Bintan sekitar 200 unit kamar terisi, The Anmon Resort Bintan Lagoi sebanyak 200 orang, lalu di The Sanchaya juga ada sekitar 50 lebih kamar.
“Ini resort untuk kelas menengah ke atas,” ucapnya.
Jajaran kementerian dan lembaga menempati penginapan kelas menengah ke atas. Selama ini, kawasan tersebut dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Selain itu, harga setiap kamar di kawasan ini dipatok jutaan rupiah semalam.
Tempat menginap Menteri Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wisnutma Kusubandio; Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki di Banyan Tree Lagoi. Dari situs Banyan Tree Bintan, harga satu kamar mulai Rp6 juta dengan kelas kamar Rainforest Seaview Villa dengan pemandangan laut dan ranjang ukuran besar. Sedangkan harga paling tinggi adalah Rp18 juta dengan tipe penginapan Vila Sanctuary Spa Pool.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menginap di The Sanchaya. Ini merupakan resort untuk pengunjung kelas menengah ke atas. Dari situs penjualan kamar hotel dan resort online, harga kamar di resort ini sekitar Rp7-Rp8juta.
The Sanchaya berada di tepi pantai Pulau Bintan yang indah. Pengunjung dapat menikmati suasana alam laksana di pantai pribadi dan kolam renang outdoor. Ada pula area bersantai, jalur bersepeda, dan fasilitas ekslusif lainnya.
Selain rombongan kementerian, beberapa lembaga terkait baik dari pusat maupun daerah yang turut hadir dalam acara tersebut juga menginap di resort dan hotel di Bintan.
Sekretaris Daerah Provinsi Kepri TS Arif Fadillah menyatakan rakorpim tersebut dimaksudkan untuk melakukan evaluasi, monitoring, dan pengawasan atas kinerja dalam memulihkan ekonomi di masa pandemi COVID-19 yang menghantam Indonesia sejak awal tahum 2020.
“Rakorpim bertempat di One Tree Hill Laguna Bintan Resort, Kawasan Lagoi, Bintan yang akan dibuka oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto,” Ujarnya saat menjemput para Menteri di Bandara Internasional RHF Tanjungpinang, Kamis sore.
Pemerintah Provinsi, kata Arif, sangat bangga dan berterima kasih kepada Pemerintah Pusat atas kepercayaannya menyelenggarakan rapat tingkat Menteri di Kepri. Hal ini merupakan modal positif bagi Kepri untuk menunjukkan bahwa Kepri aman untuk aktivitas apapun tapi dengan tetap berpedoman dengan protokol kesehatan.
“Dengan hadirnya bapak-bapak menteri di Bintan, Lagoi, Kepri, secara tidak langsung menunjukkan bahwasanya kondisi kesehatan di Kepri terkontrol dengan baik, aktivitas perekonomian Kepri tetap berjalan, dan mudah-mudahan sektor seperti pariwisata bisa berjalan secara perlahan. Mohon doa agar Kepri cepat sehat dan ekonomi jalan seperti sediakala,” jelasnya. (Cg)
Editor: Candra
Sumber: Tempo.co, Antara
Baca Juga:









