MUI Mencari Ketua Baru 25-28 November

MUI ketua baru
Wakil Presiden Ma'ruf Amin melakukan sambungan telekonferensi dengan direksi PT Bio Farma, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid, serta perwakilan dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Komestika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) dan Komisi Fatwa MUI di Jakarta, Kamis (27/8/2020). (Asdep Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Setwapres)

Jakarta (gokepri.com) – Musyawarah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan dilangsungkan 25-28 November 2020 secara daring. Pemilihan ketua umum dan pergantian kepengurusan pusat MUI jadi agenda utama Munas.

Ketua Umum MUI (nonaktif) KH Ma’ruf Amin juga akan menyampaikan laporan pertanggungjawaban. Ma’ruf kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/10/2020), mengatakan laporan pertanggungjawabannya nanti agar dapat dijadikan sebagai panduan kinerja untuk pengurus periode berikutnya.

“Kita dalam Munas itu harus bisa menyampaikan hasil-hasil yang kita lakukan selama ini, sebagai persembahan yang nantinya supaya bisa dilanjutkan atau diestafetkan,” kata Wakil Presiden Indonesia itu.

HBRL

Ia berharap dalam melangsungkan roda organisasi agar para anggota untuk menjaga soliditas, terlebih keanggotaan MUI terdiri dari banyak ormas Islam yang beragam. MUI sendiri merupakan organisasi wadah ulama, pemimpin dan cendekiawan Muslim.

Sejak awal berdiri , kata dia, keputusan-keputusan MUI selalu disepakati bersama, termasuk fatwa-fatwanya.

Pengurus MUI berasal dari berbagai latar belakang yang memutuskan berbagai persoalan dengan musyawarah bersama. Kesepakatan-kesepakatan itu merupakan keistimewaan MUI yang harus terus dijaga.

“Terus terang di Komisi Fatwa MUI, sejak saya jadi Ketua Komisi Fatwa, selalu keputusan yang lahir adalah muttafaqun alaih. Artinya tidak ada pihak-pihak yang kemudian menyatakan ketidaksepakatannya, dan ini harus dijaga,” katanya.

Ma’ruf mengatakan MUI sejak awal sudah memiliki landasan-landasan sehingga harus konsisten. Salah satu yang kerap nampak dari peran MUI adalah keluaran fatwa keagamaan yang menjadi panduan beragama bagi umat Islam di Indonesia.

Kandidat

Dilansir CNN, Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi di Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Masduki Baidlowi menyebut sejumlah nama yang menjadi kandidat untuk mengisi posisi ketua umum MUI periode 2020-2025 menggantikan Ma’ruf Amin.
Nama-nama tersebut di antaranya, Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Ketua PP Muhammadiyah Syafiq Mughni, Wakil Ketua Umum MUI Muhyiddin Junaidi hingga Sekjen MUI Anwar Abbas.

“Betul beberapa kandidat itu, Syafiq Mughni ini yang baru,” kata Masduki kepada CNNIndonesia.com, Selasa (29/9).

Masduki menyatakan kriteria ketua umum MUI sendiri harus seorang ulama yang memiliki wawasan dan pemahaman luas ilmu agama Islam. Tak hanya itu, ketua umum MUI juga harus memiliki wawasan keagamaan dan kebangsaan.

“Dia ulama. Siapa ulama itu? Ulama secara definisi bahasa itu alim. Orang yang alim. Orang pintar dalam ilmu agama,” kata Masduki.

Di sisi lain, Masduki menyatakan tak ada aturan tertulis pengganti Ma’ruf Amin harus berasal dari kalangan ormas Islam tertentu seperti NU atau Muhammadiyah. Ma’ruf sendiri berasal dari Nahdlatul Ulama (NU).

Meski demikian, ia tak membantah jika pemilihan ketum MUI nantinya harus berdasarkan kesepakatan dari NU, Muhammadiyah, dan ormas-ormas Islam lain yang tergabung dalam MUI.

“Karena MUI mengutamakan musyawarah mufakat,” ujarnya.

Ma’ruf Amin sendiri terpilih sebagai ketua umum MUI periode 2015-2020 melalui Musyawarah Nasional IX di Surabaya, Agustus 2015 lalu. Ia kemudian nonaktif setelah terpilih sebagai wakil presiden 2019-2024.

Editor: Candra Gunawan
Sumber: Antara, CNN

Baca Juga:

 

 

Pos terkait