Moya Indonesia Belum Aman, BP Batam Jadwalkan Lelang Tender Pengelolaan Air

Ilustrasi (FOTO//gokepri.com/ATB)

Batam (gokepri.com) – Badan Pengusahaan (BP) Batam tengah menyusun jadwal tender pengelolaan air di Batam.

Rencananya tender akan dilakukan secara terbuka pada awal Februari 2020 mendatang.

Direktur Restrukturisasi BP Batam, Arham S. Torik mengatakan pihaknya telah meminta pendampingan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

HBRL

Selain itu juga pendampingan dari Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun).

“Tahapan tender saat ini sudah memasuki tahapan request for proposal dan sudah rampung 60 persen,’ kata Arham di BP Batam, Jumat (8/1/2021).

Dijelaskannya bahwa PT Moya Indonesia selaku perusahaan swasta yang mengelola air di Batam saat ini, hanya sampai pertengahan Mei 2021.

Atau sesuai kontrak masa transisi selama enam bulan sejak November 2020 lalu.

Karena itu untuk jangka panjang selama 25 tahun ke depan, pihaknya akan melakukan tender secara terbuka.

Jika PT Moya Indonesia ingin melanjutkan maka harus bersaing dengan perusahaan-perusahaan lainnya yang memiliki keinginan sama untuk mengelola air di Batam.

“Paling lambat kami targetkan awal Februari 2021 tender dimulai,” katanya.

Menurut dia, tender yang akan dilakukan BP Batam saat ini berbeda dengan 25 tahun yang lalu. Di mana pengelolaan dari hulu sampai hilir diserahkan kepada perusahaan swasta atau selama ini dikelola oleh PT Adhya Tirta Batam (ATB).

“Ke depan rencananya tidak demikian. Swasta tidak boleh mengelola sepenuhnya dari hulu ke hilir,” katanya.

Karena itu, nantinya akan dilakukan dua tender yang berbeda. Pertama adalah terkait pengelolaan di hulu dimulai dari daerah tangkapan air (DTA), waduk, hingga instalasi pengolahan air (IPA).

”Sedangkan ke dua adalah bagian pengelolaan hilir dari Non Revenue Water (NRW), distribusi air bersih hingga pelayanan,” terangnya.

Arham juga menjelaskan selama 25 tahun ke depan, BP Batam akan menyusun rencana pengembangan infrastruktur dan distribusi air, untuk mengimbangi pertumbuhan penduduk Batam.

Kewajiban investasi peningkatan infrastruktur air nantinya juga hanya akan dilakukan oleh BP Batam.

“Jadi nanti semua yang akan bangun BP Batam. Baru kita suruh orang untuk mengoperasikannya,” katanya.

(ARD)

Pos terkait