Batam (gokepri) – Batam tengah gencar menarik investasi untuk menumbuhkan level pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen. Upaya ini dibarengi dengan penyediaan infrastruktur dan kemudahan perizinan.
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi optimistis pertumbuhan investasi di Batam akan meningkat pada 2024. “Kemajuan Batam menarik minat investor. Ini positif untuk ekonomi daerah,” kata Rudi usai bertemu Dubes Singapura untuk Indonesia, Senin (18/3/2024).
Sektor manufaktur, jasa, dan industri digital menjadi incaran investor. Singapura memberi perhatian penuh pada perkembangan industri digital Batam.
Baca Juga: Negara Eropa Ramai-Ramai Investasi di Batam
Singapura mendominasi investasi di Batam pada 2023 dengan nilai USD366,47 atau setara Rp5,42 triliun. Jumlah proyek investasinya mencapai 778. Nilai itu menyumbang 61,5 persen dari total Penanaman Modal Asing (PMA) di Batam.
“BP Batam berkomitmen memudahkan perizinan investor, termasuk dari Singapura,” kata Rudi.
BP Batam menyiapkan infrastruktur pendukung investasi maksimal. “Kita ingin iklim investasi di Batam menarik minat investor,” kata Rudi. “Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur pendukung investasi saya siapkan dengan maksimal agar investor nyaman,” tambahnya.
Rudi optimistis ekonomi Batam tumbuh meroket di 2024 berkat investasi yang meningkat. “Ekonomi Batam tumbuh 7,04 persen di 2023. Jika investasi meningkat, pertumbuhan ekonomi akan semakin baik,” kata Rudi.
Realisasi investasi di Kota Batam menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2023. Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, total investasi di Batam mencapai Rp15,6 triliun, meningkat 18 persen dibandingkan tahun 2022.
Rinciannya, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp6,8 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp8,8 triliun. Pada tahun 2022, total realisasi investasi di Batam tercatat Rp13,2 triliun dengan PMDN Rp2,5 triliun dan PMA Rp10,7 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









