Merasa Ditipu, Ratusan Warga Batam Datangi Rumah Pengumpul Dana Arisan

Arisan bodong batam
Tangkapan layar video korban arisan di sebuah rumah di bilangan Tembesi, Kota Batam.

Batam (gokepri.com) – Ratusan warga Batam menuntut pertanggungjawaban seorang perempuan bernama Sherly Wahyuni. Nama terakhir menjadi sasaran kekecewaan mereka yang menyebut diri sebagai investor lewat arisan. Bukannya mendapat untung, uang mereka malah buntung.

Peristiwa ini terekam dalam video yang diperoleh gokepri.com, Jumay 6 mei 2022. Lokasi video berada di kediaman Sherly di bilangan Tembesi. Dalam rekaman, mereka yang menjadi korban menyatakan merasa dirugikan karena uang yang mereka setor lewat Sherly urung mendapat untung sesuai janji awal. Menurut video itu, setidaknya ada 400 anggota arisan.

Sherly berusaha menjelaskan duduk persoalan dengan menggunakan pengeras suara. Ia berjanji akan bertanggung jawab tapi meminta korban bersabar dengan meminta waktu selama setahun untuk mengembalikan uangnya.

Mengenakan jilbab dan celana panjang batik, Sherly mengaku sudah tak punya uang untuk mengembalikan uang warga kalau diselesaikan sekarang.

“Sherly sudah angkat tangan, jika member yang merasa dirugikan silakan buat laporan,” ujar salah satu pria yang berdiri di sebelah Sherly.

Sebagian dari mereka yang mendatangi rumah Sherly, adalah anggota baru arisan yang bergabung sejak periode Januari hingga Maret 2022. Korban menuturkan total kerugian seluruh anggota arisan ini mencapai sekitar Rp10 miliar.

Menurut Irfan, salah satu korban, mereka diiming-imingi keutungan 25 persen sampai 30 persen per 20 hari.

Kasusnya mulai menguak sejak pengelola arisan terus beralasan dan menghindar ketika para korban meminta haknya.

“Janji mau dicicil tapi alibi, ditelepon tidak diangkat,” kata Irfan, Sabtu 7 Mei 2022.

Ia mengatakan akan melaporkan kasus ini kepihak berwajib jika penyedia tidak bertanggung jawab.

Diketahui, dugaan penipuan yang dilakukan oleh pemilik akun yang dikelola oleh Sherly Wahyuni, salah satu warga Tembesi. Dirinya dan korban lainnya juga meminta penyedia jasa tersebut membuat pernyataan di atas materai.

“Kami minta kejelasan dan tanggung jawabnya,” kata dia.

Kini dirinya dan para korban lainnya hanya bisa meratap berharap uang yang mereka investasikan dapat kembali.

Penulis: Engesti

Pos terkait