Massa Pendukung Trump Serbu Capitol, 1 Tewas

Protes Trump

Jakarta (gokepri.com) – Massa pendukung Presiden Donald Trump menyerbu Gedung Kongres Capitol Hill, Washington DC, Rabu (6/1/2021). Seorang perempuan dilaporkan tewas tertembak saat massa berusaha menerobos masuk Gedung Capitol.

Sejumlah pejabat seperti Wakil Presiden Mike Pence dan Ketua DPR AS Nancy Pelosi langsung diungsikan begitu massa menembus Rotunda. Sementara politisi yang berada di House Chamber (DPR AS) diminta memakai masker gas, karena aparat menembakkan gas air mata.

Para pemimpin dunia mengecam aksi pendukung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyerbu Gedung Capitol. Rapat gabungan Kongres untuk mengesahkan kemenangan presiden terpilih Joe Biden terpaksa ditangguhkan akibat penyerbuan tersebut.

Banyak pemimpin menyerukan perdamaian dan transisi kekuasaan yang tertib, serta menggambarkan apa yang terjadi sebagai “mengerikan” dan “serangan terhadap demokrasi”. Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengecam kejadian itu dan menyebutnya sebagai “pemandangan yang memalukan”.

“Amerika Serikat mewakili demokrasi di seluruh dunia dan sekarang sangat penting adanya transfer kekuasaan yang damai dan tertib,” tulisnya di Twitter.

Sejumlah politisi Inggris lainnya mengikuti langkah Johnson dan mengkritik kekerasan yang berlangsung, termasuk pemimpin oposisi, Sir Keir Starmer, yang menyebutnya sebagai “serangan langsung terhadap demokrasi”.

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, mengatakan: “Saya percaya pada kekuatan demokrasi AS. Kepresidenan baru Joe Biden akan mengatasi tahap yang menegangkan ini, menyatukan rakyat Amerika.” (wan)

Pos terkait