BEKASI (gokepri.com) – Masjid Izzatul Islam di Grand Wisata, Bekasi, tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat dakwah yang inklusif. Sejak awal 2024, masjid ini menghadirkan ceramah agama dengan penerjemahan bahasa isyarat, memberi kesempatan bagi jemaah tuli untuk mendapatkan ilmu keislaman tanpa hambatan komunikasi.
Program ini digelar setiap bakda zuhur, bekerja sama dengan Majelis Tuli Bekasi. Seorang penerjemah bahasa isyarat ditempatkan di samping mimbar, menerjemahkan isi ceramah secara langsung agar jemaah tuli dapat mengikuti materi dengan mudah.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Izzatul Islam, Aris Heriyadi, mengatakan inisiatif ini muncul dari kepedulian terhadap jemaah berkebutuhan khusus yang kerap mengalami kesulitan dalam memahami kajian agama.
Baca Juga: Masjid di Jalur Mudik Diusulkan Jadi Posko Pemudik 24 Jam
“Masjid ini terbuka bagi semua kalangan. Ketika ada kawan dari Majelis Tuli Bekasi yang sedang beritikaf di sini, kami berupaya memfasilitasi mereka agar tetap bisa memahami isi ceramah,” ujar Aris di Bekasi, Senin (24/3/2025), dikutip dari laman resmi Kementerian Agama.
Menurutnya, Islam adalah rahmatan lil ‘alamin, yang seharusnya bisa diakses oleh siapa saja. Karena itu, DKM ingin memastikan semua jemaah memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan ilmu agama.
Program ini mendapat apresiasi dari Direktur Urusan Agama Islam Kementerian Agama, Arsad Hidayat. Ia berharap langkah Masjid Izzatul Islam bisa menjadi contoh bagi masjid lain dalam mewujudkan lingkungan ibadah yang ramah difabel.
“Kami sangat mendukung inisiatif ini karena mencerminkan ajaran Islam yang inklusif. Masjid seharusnya menjadi pusat pembelajaran dan pembinaan umat yang bisa diakses oleh semua golongan,” kata Arsad.
Selain programnya yang inovatif, Masjid Izzatul Islam juga dikenal karena keindahan arsitekturnya. Kubah emas yang megah berdiri di tengah, dikelilingi enam kubah kecil yang memperkuat kesan elegan dan sakral.
Fasad bangunan dihiasi garis lengkung dengan warna lembut, menciptakan suasana damai bagi jemaah. Dengan kapasitas 2.000 jemaah, masjid ini menjadi salah satu yang terbesar di Kabupaten Bekasi dan sering menjadi tujuan iktikaf di bulan Ramadan.
Masjid Izzatul Islam juga aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Selain majelis taklim yang rutin digelar, masjid ini memiliki program dakwah khusus bagi kelompok disabilitas untuk memastikan akses ilmu agama yang setara bagi semua orang.
Di bidang sosial, masjid ini mengelola baitul mal yang menghimpun zakat, infak, dan sedekah. Dana tersebut kemudian disalurkan kepada warga yang membutuhkan, memperkuat peran masjid sebagai pusat kesejahteraan umat.
Dengan komitmennya terhadap inklusivitas dan kepedulian sosial, Masjid Izzatul Islam bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga simbol persaudaraan dan kebersamaan bagi seluruh umat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









