Manajemen Operator SPAM Batam Harus Mapan, Miliki Kemampuan Investasi Untuk Jaringan Induk Baru

Air batam hitam
Waduk Duriangkang. (foto: Facebook/Fazizan Anwar)

Batam (gokepri.com) – Pengembang properti memiliki harapan besar dari penyelenggaraan lelang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam kali ini. Pasalnya dengan operator profesional yang diwujudkan dalam lelang ini, akan membantu perkembangan pasar properti ke depannya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam, Achyar Arfan mengatakan, manajemen pengelola SPAM Batam di masa mendatang harus mapan. Sehingga, tidak ada kendala terhadap penyediaan meteran baru.

Selain itu, juga harus mampu menyiapkan investasi dalam jumlah besar, terutama unutk menyediakan jaringan induk baru guna mendukung pertumbuhan industri properti di masa mendatang.

Sebelumnya, persoalan pengadaan meteran baru memang menjadi momok bagi pengembang properti dalam memasarkan dagangannya. Pasalnya, ketika rumah sudah dipesan, tapi meterannya lamban datang, maka akan mengganggu pembangunannya, sehingga memperlambat penyerahan rumah tersebut kepada konsumen.

“Sementara ini Alhamdulillah sudah terpenuhi. Namun ke depan, ada tantangan yang dihadapi oleh operator SPAM baru nanti yakni pengadaan jaringan baru untuk kawasan baru,” terangnya.

Prospek industri properti di Batam di masa mendatang sangat tinggi. Didorong pertumbuhan ekonomi kawasan dan pertumbuhan penduduk.

Karena itu, kebutuhan jaringan induk di masa mendatang menjadi sangat mendesak untuk mendukung pertumbuhan tersebut. Jika tidak, maka dikhawatirkan pertumbuhan sektor properti akan terkendala.

“Pengembangan properti akan semakin lancar, jika jaringan induk baru sudah terpasang. Misalnya ditambah jaringan induk baru, maka akan ada perluasan proyek properti,” ungkapnya.

Ia percaya bahwa BP Batam selaku regulator SPAM akan mengedepankan keputusan terbaik, demi kepentingan dunia usaha dan masyarakat Batam.

Menurut dia, operator terbaik adalah yang memiliki pengalaman dan kemampuan mengelola air dari hulu hingga mengalir sampai ke hilir seperti rumah-rumah.

“Kalau bisa secepatnya, tentukan keputusan tender untuk jangka panjang,” terangnya. (ard)

| Baca Juga : BP Batam Diminta Tak Sebarangan Pilih Perusahaan Kelola Air Bersih

BAGIKAN