Maju Mundur Travel Bubble Singapura-Kepri

Travel Bubble Singapura Kepri
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno berbincang dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan membahas kesepakatan travel bubble Singapura-Kepri, Kamis (25/3/2021). (foto: Instagram/Sandiaga Uno)

Batam (Gokepri.com) – Rencana gelembung perjalanan wisata dari Singapura ke Lagoi dan Nongsa tak berjalan mulus. Pemerintah menyiapkan jadwal baru.

Langkah maju pemerintah menyusun travel bubble wisata Singapura ke Lagoi di Bintan dan Nongsa pertama kali dilempar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno pada pertengahan Maret lalu. Rencana awal travel bubble mulai diterapkan pada 21 April 2021.

Sandiaga memastikan Kepulauan Riau siap dibuka kembali pada 21 April mendatang melalui safe travel corridor untuk wisatawan asal Singapura.

Sandiaga Uno, sudah tatap muka dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan pada Kamis 25 Maret 2021 yang membahas kesepakatan travel bubble Singapura-Kepri.

Selang setengah bulan kemudian, Dinas Pariwisata Kepri menyampaikan rencana travel bubble tersebut masih dalam pembahasan sehingga akhirnya muncul jadwal baru. Belum terang alasan mundurnya jadwal ini.

Pemerintah berencana membuka gelembung perjalanan (travel bubble) antara Singapura dengan Lagoi di Bintan dan Nongsa di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), dibuka pada 7 Mei 2021, mundur dari rencana sebelumnya 21 April 2021.

“Rencana dibuka pada 7 Mei. Sekarang sedang pembahasan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar dalam webinar di Batam Kepri, Senin (12/4/2021).

Dispar KEpri terus berupaya agar perbatasan Indonesia dengan Singapura segera dibuka, meski secara terbatas, demi memulihkan pariwisata yang terpuruk akibat pandemi COVID-19.

Buralimar mengatakan kunjungan wisatawan mancanegara ke provinsi yang berbatasan dengan empat negara itu merosot hingga 85 persen.

“Apabila perbatasan tidak buka pada Juni, maka banyak hotel tutup dan terjadi PHK. Maka kami ingin travel bubble dibuka,” kata dia.

Pihaknya juga terus meyakinkan bahwa koridor perjalanan yang dituju, Nongsa dan Lagoi, relatif aman, meski angka penularan COVID-19 di Kepri secara keseluruhan mulai meningkat beberapa waktu terakhir.

“Kami merujuk bukan hanya daerah tapi destinasinya seperti Lagoi dan Nongsa yang eksklusif enclave,” kata dia.

Selain itu, kata Buralimar, melanjutkan program vaksinasi yang kini tengah dijalankan pemerintah menjadi indikator bagi Singapura dalam melihat keseriusan Indonesia menangani COVID-19.

Menurut dia, vaksinasi juga menjadi titik fokus perhatian Singapura.

Ia optimistis perbatasan Singapura akan dibuka secara terbatas dengan Kepri, mengingat banyak warga Negara Jiran hendak berlibur.

“Wisman dari Singapura sudah tidak sabar datang ke Kepri. Tapi kebijakan berada di pemerintahnya, G to G,” kata dia.

Dalam webinar yang sama Managing Partner Inventure Yuswohady mendukung rencana pemerintah membuka perbatasan secara terbatas dan terpilih.

“Lebih baik begitu,” kata dia.

Namun ia mengingatkan industri pariwisata sangat sensitif dengan sentimen. Apabila pembukaan perbatasan dilakukan sembarangan hingga meningkatkan angka penularan COVID-19, maka akan mencoreng citra Indonesia di mata dunia.

“Makanya harus super hati-hati. Nation brand rawan,” kata dia. (Can/ant)

|Baca Juga Topik Travel Bubble:

BAGIKAN