Pekanbaru (gokepri.com) – Berawal dari hobi membuat pernak-pernik, kini usaha Marlian Dwi Ratih (43) dengan brand Mahacinta Jewerly sudah merambah ke berbagai kota di Indonesia, seperti Medan, Surabaya, Semarang, Klaten hingga Jakarta.
Marlian atau yang lebih akrab disapa Ade dulunya karyawan di salah satu perusahaan sawit di Pekanbaru. Disela-sela kesibukannya itu, dia tetap menyalurkan hobinya membuat pernak-pernik seperti bros baju dan gelang untuk kebutuhan sendiri.
Namun, lama kelamaan hobinya itu mulai menghasilkan cuan ketika ada yang tertarik membeli hasil karyanya itu.
“Awalnya, ada yang beli satu atau dua pieces. Eh lama-lama banyak yang mesan juga,” ujar Ade ketika disambangi di kediamannya di Gang Budi Sentosa, no. 107, Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Jumat, 8 Maret 2024 siang.
Sejak saat itu, Ade mulai serius menekuni hobinya itu dan menjadikannya sebagai pekerjaan utama hingga ia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan lamanya.
Pada 2018, Ade mulai mengembangkan usaha pernak-pernak tersebut dengan memasarkannya secara online.

“Saya memasarkan produk melalui media sosial seperti IG, FB, WA hingga tiktok. Namun, saya lebih cenderung ke IG,” tuturnya.
Untuk pemasaran, Ade dibantu anaknya dan seorang karyawan.
Rata-rata yang membeli hasil kerajinannya itu adalah ibu-ibu pejabat dengan usia di atas 40 tahun.
“Pangsa pasar saya ibu-ibu usia di atas 40 tahun. Biasanya, ada ibu-ibu mau memberikan hadiah kepada istri pimpinannya, terus pesannya ke saya,” ungkapnya.
Ade menyebut, pernak-pernik yang dibuatnya memiliki bahan utama berupa batu alam dan kawat tembaga.
Untuk batu alam, awalnya dia membeli dari penjual batu akik di Pekanbaru. Namun, karena kebutuhan makin meningkat, akhirnya dia pesan sendiri batu alam ke Pacitan, Jawa Timur bahkan hingga ke Kalimantan.
Menurut dia, untuk merangkai batu dan kawat itu menjadi sesuatu yang bernilai membutuhkan keahlian khusus dan ketelatenan yang cukup tinggi dan orang yang memiliki jiwa seni, sebab tingkat kerumitan pembuatannya lumayan sulit.
“Kalau untuk bros baju sehari bisa saya hasilkan 150 pieces sendiri tapi kalau agak rumit lagi bisa satu atau dua jam 1 pieces. Bahkan, kalau yang banyak lilitannya bisa 3 sampai 5 hari untuk satu pieces,” ungkapnya.
Untuk bros baju dia menjual dengan harga Rp10 ribu per pieces namun untuk kalung dengan ukuran yang besar memiliki nilai jual hingga Rp2,8 juta.
Karya yang dihasilkan Ade kemudian makin dikenal luas oleh masyarakat. Sebab, kerajinan pernak-pernik berbahan batu dan kawat itu hanya dia satu-satunya di Pekanbaru.
Namun sayang, karena keterbatasan tenaga dan biaya, Ade mampu menjangkau pasaran lebih jauh lagi.
Beruntung, ketika mengikuti Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) di Pekanbaru pada Juli 2023, Ade berhasil meraih juara dua (runner up).
Saat itu, Ade kemudian dilirik pihak Kanwil BRI Pekanbaru untuk ditawarkan bantuan modal melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Gayung pun bersambut, Ade menerima tawaran itu dan mendapatkan kucuran modal sebesar Rp15 juta dengan masa pengembalian selama 2 tahun.
“Usai acara, saya didatangi OJK dan Pak Kiki (Kanwil BRI Pekanbaru), biasalah sambil bercanda ditawari modal atau pinjamanlah untuk mengembangkan usaha ini. Hari itu juga langsung cair,” terangnya.
Berbekal KUR dari BRI Pekanbaru, kini usaha Ade makin berkembang. Dana sebesar itu kemudian dimodali untuk membeli bahan-bahan seperti batu dan kawat termasuk boks.
Ade mengatakan, usai Gernas BBI itu, Mahacinta Jewerly langsung menjadi binaan BRI hingga sekarang.
Penulis: Ilfitra









