Lulusan SMA Jadi Penggerak Angkatan Kerja di Kepri

Lulusan SMA di Kepri
Siswi SMA mengikuti UNBK di Tanjungpinang, Kepri, beberapa waktu lalu. (foto: istimewa)

Batam (gokepri.com) – Kontribusi pendidikan terhadap angkatan kerja di Kepri menurun selama pandemi. Lulusan SMA mendominasi.

BPS Provinsi Kepri mencatat pada bulan Februari 2021 penduduk bekerja di daerah itu masih didominasi mereka yang berpendidikan sekolah menengah atas (SMA) umum yaitu 33,31 persen. Jumlah itu sekitar 345 ribu orang.

Sedangkan tenaga kerja yang berpendidikan tertinggi yaitu Diploma sebesar 3,72 persen dan Universitas sebesar 12,12 persen.

“Kontribusi penduduk bekerja menurut pendidikan masih menunjukan pola yang sama baik pada Februari 2020 maupun Agustus 2020,” kata Kepala BPS Kepri Agus Sudibyo melalui keterangan virtual, Rabu (5/5/2021).

Namun jika dibandingkan dengan Februari 2020, kata Agus, kontribusi pendidikan pada penduduk bekerja mengalami penurunan pada pendidikan SD ke bawah 6,05 persen poin, SMP 0,46 persen poin, Diploma I/II/III 0,29 persen poin, Universitas 1,48 persen poin.

Sementara apablia dibandingkan Agustus 2020 kontribusi pendidikan yang pada penduduk bekerja turun pada pendidikan SD ke bawah 0,28 persen point, SMK 0,29 persen poin), Diploma 1,53 persen poin, Universitas 0,97 persen poin.

Sedangkan penduduk bekerja dengan pendidikan SMP dan SMA mengalami peningkatan sebesar 0,70 persen poin dan 2,58 persen poin.

“Tingkat pendidikan dapat mengindikasikan kualitas dan produktivitas tenaga kerja,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Agus menyampaikan penduduk usia kerja merupakan semua orang yang berumur 15 tahun ke atas.

Pada usia ini, mereka memiliki potensi untuk masuk ke angkatan kerja dan pasar kerja.

Penduduk usia kerja mengalami tren yang cenderung meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk di daerah Kepri.

Penduduk usia kerja Februari 2021 sebanyak 1.737.977 orang, naik sebanyak 57.873 orang dibandingkan Februari 2020 dan naik sebanyak 27.383 orang jika dibanding dengan Agustus 2020.

“Sebagian besar penduduk usia kerja merupakan angkatan kerja yaitu 66,39 persen atau 1.037.133 orang, sisanya termasuk bukan angkatan kerja,” demikian Agus. (Can)

Pos terkait