Lingga Luncurkan Desa Juara, Siap Dukung Program Prioritas Presiden

Investasi di Lingga
Kajati Kepri Teguh Subroto bersama Bupati Lingga Muhammad Nizar saat peluncuran program Desa Juara di Dabo Singkep, Rabu (2/7/2025). Program ini bertujuan memperkuat tata kelola pemerintahan desa. GOKEPRI/Jamariken Tambunan

LINGGA (gokepri) – Pemerintah Kabupaten Lingga bersama Kejaksaan Negeri Lingga meluncurkan program inovasi Desa Juara (Jujur, Aman, dan Sejahtera). Program ini bertujuan memperkuat tata kelola pemerintahan desa dan menyiapkan Lingga menyambut program strategis nasional di era Presiden Prabowo Subianto.

Peluncuran Desa Juara ditandai pemukulan gong oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepulauan Riau, Teguh Subroto, di Dabo Singkep, Rabu (2/7/2025).

Bupati Lingga Muhammad Nizar menyambut baik kehadiran Kajati Kepri beserta rombongan yang juga menggandeng Kepala BPKP Kepri. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menyukseskan program prioritas nasional, seperti Koperasi Merah Putih (KMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG), yang mulai diimplementasikan penuh di Lingga pada 2026.

HBRL

“Kami sudah mulai menerapkan MBG bersama TNI AD dan Dinas Pendidikan secara terbatas pada 2025. Ini bukti kesiapan kami menyambut arahan presiden,” ujar Nizar.

Bupati Nizar menyebut 75 desa dan 9 kelurahan di Lingga kini memiliki akta notaris KMP. Ia berharap para kepala desa memanfaatkan kehadiran Kajati dan BPKP untuk menggali ilmu pengelolaan dana desa dan pelaksanaan program strategis.

Ia juga menekankan peran KMP dalam mendukung penyediaan bahan pangan untuk program MBG. “KMP desa bisa fokus pada sektor protein seperti telur, ayam, dan sayur mayur. Ini akan sangat dibutuhkan oleh Badan Gizi Nasional dalam pelaksanaan MBG,” tambah Nizar.

Di hadapan Kajati Kepri, Bupati Nizar optimistis dengan pertumbuhan ekonomi daerah berkat sejumlah investasi strategis di Lingga. PT Tianshan Alumina menanamkan investasi Rp83 triliun di Dabo Singkep dan menyerap 10 ribu tenaga kerja.

Pada tahap awal, 2.000 hingga 3.000 tenaga kerja lokal akan direkrut. Pemkab sudah mengirim 20 peserta magang ke Tiongkok dan berencana menambah 60 orang pada gelombang berikutnya. Investasi pabrik baja di Singkep Barat dan pengajuan PT Solid untuk pabrik pancang senilai Rp1,5–2 triliun di Selayar juga berproses.

“Dari Lingga, insyaallah kami bisa menyumbang 20 ribu tenaga kerja bagi Indonesia. Saya harap seluruh unsur Forkopimda dan instansi vertikal bisa ikut mengamankan dan memperkuat iklim investasi,” tegas Nizar penuh semangat.

Kajati Kepri Teguh Subroto menyatakan kejaksaan mendukung penuh agenda presiden Prabowo untuk penguatan desa. Ia mengingatkan kepala daerah teliti mengawasi potensi pelanggaran terkait dana desa.

“Jaksa Agung telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 23 yang menginstruksikan semua Kajati cepat dan tanggap terhadap laporan masyarakat,” tegas Teguh.

Ia juga mengingatkan Bupati mewaspadai potensi eksploitasi sumber daya alam seperti bauksit dan pasir kuarsa, yang nilainya sedang melonjak tinggi di pasar global. “Komoditas Lingga ini bisa jadi sasaran empuk penambang ilegal. Maka dari itu, pengawasan harus ketat dan disiplin,” ujarnya.

Lewat peluncuran Desa Juara, Pemkab Lingga berharap desa tidak hanya jujur dan aman, tetapi juga menciptakan kesejahteraan berkelanjutan bagi masyarakat. Dengan sinergi Kejaksaan, BPKP, aparat desa, dan sektor swasta, Bupati Nizar menargetkan Lingga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kepri.

“Dengan semangat gotong royong dan pengawasan yang baik, kita bisa wujudkan Lingga sebagai daerah maju, mandiri, dan unggul dari desa,” tutup Nizar.

Baca Juga: Lingga Susun RPJMD 2025-2029, Perkuat Pembangunan Berbasis Masyarakat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Jamariken Tambunan
Editor: Candra Gunawan

Pos terkait