BINTAN (gokepri.com) – Memanfaatkan momen libur Lebaran biasanya masyarakat siap-siap mengunjungi tempat wisata. Kelong Apung di Bintan, Kepulauan Riau bisa menjadi salah satu destinasi wisata pilihan.
Pengelola tempat wisaa kelong apung menyatakan sudah siap menyambut kedatangan wisatawan pada musim libur Lebaran 2023.
Para pengelola sibuk berbenah, mulai dari membersihkan kamar penginapan hingga merawat peralatan snorkeling,menyelam serta kayak untuk dinikmati pengunjung saat Lebaran nanti. Salah satunya di Kelong Apung Bintan Nemo.
“Kami pastikan fasilitas yang ada di kelong apung Bintan Nemo betul-betul aman dan nyaman digunakan para pengunjung,” kata Pengelola Kelong Apung Bintan Nemo, Karno, Sabtu 15 April 2023.
Karno mengatakan calon pengunjung telah mulai banyak yang memesan liburan ke kelongnya.
Menurut prediksinya, kelong apung bakal mulai ramai pengunjung pada H+3 Lebaran. Para wisatawan didominasi dari Batam, Tanjungpinang dan warga Bintan yang telah lama merantai dan sedang mudik Lebaran.
“Karena suasana lebaran, wisatawan lokal lebih dominan. Kalau hari-hari biasa, wisatawan mancanegara cukup banyak datang untuk menikmati pesona alam bahari di Bintan,” ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bintan Arif Sumarsono, mengatakan, saat ini lebih dari 30 orang nelayan di daerah tersebut memanfaatkan kelong apung sebagai objek wisata.
Kelong apung merupakan alat tangkap ikan yang dipergunakan nelayan tradisional secara turun-temurun yang dibangun di atas laut dari bibir pantai.
Kelong apung ini unik karena memiliki lantai berupa susunan papan dan kayu, yang dilengkapi dengan dapur dan kamar. Kelong apung sebagai tempat wisata sebenarnya sudah ada sejak sebelum pademi Covid-19 sudah ada, tapi belum banyak.
“Kini bisnis itu mulai digeluti puluhan orang nelayan sebagai sumber pendapatan baru yang menjanjikan,” katanya di Bintan.
Tahun ini pihaknya menyelenggarakan festival pariwisata di atas kelong apung saat musim angin utara untuk menarik kunjungan wisatawan domestik dan wisman.
Kelong apung ini juga menjadi sumber penghasilan warga ketika gelombanng laut tinggi dan mereka tidak dapat melaut.
Baca Juga: Tamasya Pantai, Ini Tujuh Wisata Pulau Terbaik di Kepri
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: Antara








