Lagoi Siap Jadi Percontohan Travel Bubble Indonesia

Turis Singapura Lagoi
Kawasan Wisata Lagoi Bay, di Bintan. Foto diambil sebelum pandemi Corona. (Foto: Unsplash)

Bintan (gokepri.com) – Kawasan wisata Lagoi, Bintan, siap menjadi percontohan program travel bubble, gelembung perjalanan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Kesiapan itu berupa penerapan protokol kesehatan dan ketersediaan perlengkapan laboratorium yang dibutuhkan.

“Bintan dan Bintan Resort sudah siap untuk dibuka. Bagi kami di Bintan Resort, segala protokol ada seperti PCR sendiri, lab yang dibantu kabupaten juga kita ada sendiri. Lab kita boleh memberikan result (hasil) antara 3 hingga 5 jam,” ujar Abdul Wahab, Group General Manager Bintan Resort, Minggu (10/10/2021) malam.

Saat ini, lanjut Wahab, pihaknya tinggal menunggu aturan teknis dari pemerintah pusat. Pemerintah Singapura juga sudah tahu kesiapan Bintan Resort untuk menyambut warga Singapura yang akan berlibur ke Pulau Bintan.

HBRL

“Bintan Resort selalu berkomunikasi dengan Singapore Economic Development Board (EDB) dan Singapore Tourism Board,” katanya.

Menurut Wahab, Singapura mengibaratkan Bintan Resort ibarat kapal pesiar dan termasuk dalam karantina kawasan. Disamping itu di Bintan Resort juga termasuk dalam zona vaksinasi Covid-19.

“Sebenarnya mereka sedang menunggu-nunggu kapan dan bila kita boleh menerima tamu,” katanya.

Hanya saja yang menjadi kendala saat ini adalah belum adanya waktu pasti yang dapat disampaikan kepada warga Singapura. Perlu aturan teknis yang jelas untuk disosialisasikan, termasuk berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk PCR.

Jika aturan sudah ada, terkait syarat-syarat yang harus dipenuhi saat masuk ke Bintan Resort, selama di Bintan Resort, dan saat akan kembali ke Singapura, maka hal itu akan segera disampaikan kepada media di Singapura.

“Tamu mau datang dan mereka akan menerima cost yang akan mereka tanggung sendiri, cost pembiyaan PCR. Saya harap kawan dari Chanel News Asia dapat memperbaiki message yang akan disampaikan untuk pengetahuan umum,” sebut Wahab.

Namun teknis pelaksaan di lapangan masih harus menunggu petunjuk dari pemerintah pusat. Sebelum itu, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh daerah dan Bintan Resort.

“Tapi kita harus memenuhi syarat yang harus kita penuhi, TCM (tes cepat molecular) itu dalam waktu satu jam sudah bisa tahu hasilnya. Karena tak mungkin turis harus menunggu 3-4 jam untuk hasil itu. Ada tempat karantina, luas,” sebut Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat memimpin konfrensi pers.

Teknis pelaksanaan di lapangan masih harus menunggu hasil rapat dengan Presiden. Dalam rapat tersebut, Gubernur akan mengusulkan masa karantina yang sebelumnya diputuskan lima hari untuk Bali dan Kepri, menjadi tiga hari saja.

Hal itu terkait dengan masa tinggal Wisman di kepri, yang rata-rata tiga hari. Disamping itu diharapkan karantina hotel dapat dilakukan menjadi karantina wilayah.

“Kita masih usulkan agar karantina wilayah, karena mereka tidak bercampur dengan masyarakat,” tambah Gubernur.

Disamping itu, selama di Bintan Resort para wisman harus melaksanakan TCM sebanyak dua kali. Yaitu saat tiba di pelabuhan dan saat akan meninggalkan Bintan Resort. (wan)

Baca juga: Singapura Tuding Pemprov Kepri Batalkan Travel Bubble, Ansar: Kita Luruskan

Pos terkait