Kurma Raja Salman Mulai Disalurkan, Sasar Ormas dan Masjid di Indonesia

kurma raja salman
Ilustrasi. Kurma dari Raja Salman mulai disalurkan di sejumlah masjid dan Ormas Islam di Indonesia. Foto: Piqsels.com

JAKARTA (gokepri.com) – Kementerian Agama (Kemenag) mulai menyalurkan kurma pemberian Raja Salman kepada organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam serta sejumlah masjid di Indonesia. Bantuan ini merupakan program tahunan yang terus berlanjut setiap Ramadan.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan distribusi kurma dilakukan secara merata dengan mempertimbangkan data ormas yang dibina Kemenag, termasuk masjid-masjid besar yang memiliki banyak jamaah.

“Kami mencoba mendistribusikan seadil mungkin. Ada ormas-ormas Islam dan masjid-masjid yang kita data, termasuk Masjid Istiqlal dan masjid besar lainnya yang mendapat kuota tersendiri karena jumlah jamaah berbuka puasanya sangat banyak,” ujar Nasaruddin di Jakarta, Rabu (19/2/2025), dikutip dari laman resmi Kementerian Agama.

HBRL

Baca Juga: Arab Saudi Berikan Hadiah 100 Ton Kurma untuk Indonesia

Pekan lalu, Kemenag menerima bantuan 100 ton kurma dari Pemerintah Arab Saudi. Nasaruddin menyampaikan apresiasi atas dukungan ini, meskipun jumlahnya belum mencukupi untuk menjangkau seluruh masyarakat muslim di Indonesia.

“Kita berterima kasih kepada Pemerintah Arab Saudi yang setiap tahun memberikan bantuan ini. Meski jumlahnya terbatas dibandingkan populasi muslim Indonesia, bantuan ini adalah simbol persahabatan yang sangat berarti bagi kedua negara,” ujarnya.

Ia mengakui distribusi ke daerah masih menjadi tantangan, terutama karena jumlah kurma yang terbatas. Namun, tahun ini pengiriman dilakukan lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga memungkinkan distribusi ke wilayah lebih luas.

“Tahun lalu bantuan datang di pertengahan Ramadan, sehingga distribusinya terkendala. Sekarang lebih awal, jadi kita bisa menyalurkannya ke daerah yang lebih jauh,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa distribusi ke daerah terkadang memerlukan partisipasi lokal dalam proses pengambilan bantuan.

“Kalau ada daerah yang bersedia menjemput, tentu akan lebih memudahkan. Sebab, biaya pengiriman ke beberapa daerah bisa lebih mahal dibandingkan harga kurmanya sendiri,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait