Kuliah Umum Uniba Tekankan Integritas Penelitian di Dunia Kampus

Universitas Batam
Rektor Universitas Batam, Prof. Samsul Rizal, bersama narasumber dan peserta kuliah umum “Integritas Publikasi Ilmiah dan Program Saintek 2025” di Rumengan Hall, Jumat (31/10/2025). Foto: Humas Uniba

BATAM (gokepri) – Di tengah meningkatnya tekanan publikasi bagi dosen dan maraknya kasus plagiarisme di kampus, Universitas Batam (Uniba) menggelar kuliah umum bertajuk “Integritas Publikasi Ilmiah dan Program Saintek 2025”, Jumat, 31 Oktober 2025.

Kuliah umum ini menghadirkan Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Dr. M. Samsuri, S.Pd., M.T., IPU, sebagai pembicara. Acara dibuka langsung oleh Rektor Uniba, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., IPU, dan dihadiri unsur pimpinan universitas serta para dosen.

Dalam paparannya, Dr. Samsuri menyoroti berbagai bentuk pelanggaran akademik yang masih ditemukan di dunia pendidikan tinggi. Ia menyebut lima bentuk penyimpangan dalam publikasi ilmiah: fabrikasi (menciptakan data palsu), falsifikasi (mengubah data), plagiarisme, kepengarangan tidak sah, dan publikasi ganda atas artikel yang sama.

HBRL

“Saya menaruh perhatian serius pada integritas akademik. Isu ini harus terus-menerus disampaikan di setiap kampus agar tidak menjadi budaya permisif,” kata Samsuri.

Ia menambahkan, kemajuan teknologi di era 5.0 menuntut peneliti dan dosen lebih berhati-hati dalam menggunakan alat bantu digital, termasuk kecerdasan buatan, agar tidak terjebak pada praktik tidak etis.

Menurut Samsuri, dosen memegang peran ganda yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi: sebagai pendidik profesional dan ilmuwan. Karena itu, dosen dituntut menghasilkan lulusan berkualitas sekaligus riset yang berintegritas.

“Kejujuran adalah fondasi utama karier akademik. Dalam setiap penelitian, pastikan data yang digunakan benar dan berdasarkan fakta,” ujarnya.

Sebelumnya, Rektor Uniba, Prof. Samsul Rizal, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi riset lintas bidang dengan menjunjung integritas. “Riset bukan hanya kewajiban akademik, tapi tanggung jawab moral untuk menjaga kepercayaan publik,” katanya.

Ia berharap kehadiran pejabat dari Kementerian Sains dan Teknologi dapat memperkuat budaya akademik yang jujur dan beretika di lingkungan kampus.

Baca Juga: LDKM Fakultas Hukum Uniba Bentuk Pemimpin Muda Berintegritas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait