Korban Kekerasan Seksual di Batam dapat Pendampingan

kontrasepsi favorit di batam
Kepala DP3AP2 dan KB Kota Batam Novi Harmadyastuti. Foto: ANTARA

Batam (gokepri.com) – Korban kekerasan seksual di Batam mendapatkan pendampingan, baik korban tersebut anak maupun perempuan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2 dan KB) Kota Batam Novi Harmadyastuti.

Ia mengatakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) milik DP3AP2 yang berada di Sekupang siap menerima laporan dari masyarakat jika menemukan kasus kekerasan seksual.

Baca Juga: Remaja SMA di Batam Lakukan Kekerasan Seksual Terhadap Anak SD

“Apabila terjadi kekerasan, silakan lapor ke UPTD. Ada pendampingan dan advokasi,” kata Novi, Sabtu 1 Juli 2023.

Novi mengatakan pihaknya menyediakan pendampingan psikologi hingga advokasi untuk para korban dan orang-orang terdekatnya.

Untuk melakukan pendampingan dilakukan melalui pendekatan psikologis. DP3AP2 dan KB Batam kata Novi juga memiliki psikolog.

“Pendampingan juga tidak hanya pada korban, tapi juga orang-orang terdekatnya,” ujar dia.

Diakuinya angka kekerasan seksual terhadap anak di Kota Batam menunjukkan peningkatan.

Dinas terkait kata dia perlu meningkatkan pengawasan, selain itu masyarakat sekitar juga harus meningkatkan pengawasan di lingkungan sekitar.

Novi mengatakan sepanjang Juni 2023 terdapat 47 kasus kekerasan terhadap anak dan 10 kasus terhadap perempuan.

“Memang beberapa waktu terakhir terus terjadi penambahan,” kata Novi.

DP3AP2 dan KB akan terus menggencarkan pencegahan dan penanganan terhadap kekerasan seksual di tengah masyarakat. Sosialisasi dilakukan di setiap wilayah, sekolah hingga kader PKK.

Seluruh masyarakat juga diajak berperan aktif melaporkan jika ada kasus kekerasan seksual yang menimpa anak di bawah umur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Antara

Pos terkait