BATAM (gokepri) – Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra mulai menggalang relawan satu bulan jelang pendaftaran Pilkada 2024. Menyerukan waspada kampanye hitam dan tak gentar melawan kotak kosong.
Pasangan calon yang menggunakan jargon “ASLI” itu mengumpulkan ratusan relawan di Hotel Planet Holiday, Jodoh, Batam, Minggu 28 Juli. Relawan juga mengikuti kegiatan bimbingan teknis atau bimtek.
Baca: Setelah 10 Partai Mengusung Amsakar Achmad-Li Claudia
Amsakar dan Li Claudia sempat berpidato di hadapan ratusan relawan. Keduanya sempat melempar pernyataan soal kemungkinan melawan kotak kosong di pemilihan wali kota-wakil wali kota Batam 2024.
Mendapat dukungan 10 dari 12 partai politik, Pilkada Batam kemungkinan akan diikuti sepasang calon, Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra. Mereka akan melawan kotak kosong jika partai tersisa, PDIP atau PKS, bergabung dengan koalisi gemuk pengusung Amsakar-Li Claudia.
Wakil Wali Kota Batam dan Ketua DPC Gerindra Tangerang Selatan itu pun menyatakan tak gentar melawan kotak kosong. Namun mereka menyebut ada isu beredar untuk memenangkan kotak kosong.
“Sampaikan kepada keluarga, pilih pasangan ASLI untuk Batam yang lebih baik. Ayo 27 November mendatang pilih Amsakar dan Li Claudia,” ujar Li Claudia.

Selain itu, Li Claudia menyebut isu kampanye hitam mulai beredar dan menjadi tantangan bagi pasangan ASLI. Namun, Li Claudia optimistis dengan dukungan yang telah mereka terima sejauh ini.
“Dua bulan lalu banyak meremehkan bahwa kami tidak bisa maju di Pilwako Batam. Namun hari ini kami buktikan semua itu, dengan banyaknya dukungan terhadap pasangan ASLI,” jelasnya.
Li Claudia mengajak warga Batam untuk mendukung pasangan ASLI sebagai pemimpin baru yang mampu membawa perubahan positif bagi Batam. Menariknya, dalam pidatonya, Li Claudia sempat menyebut sudah mendapat rekomendasi 11 partai. Hanya saja ia tak menyebut rekomendasinya dari PDIP atau PKS.
“Sekarang sudah ada 11 Partai Politik yang mendukung kami berdua. Ini adalah amanat untuk kita bersama memajukan Batam,” tambahnya.
Baca: Koalisi Gemuk Pendukung Amsakar-Li Claudia
Dengan dukungan yang terus mengalir dari relawan, partai politik, hingga masyarakat, Li Claudia berharap kehadiran pasangan ASLI dapat memberikan warna baru di pemerintahan Kota Batam.
Pasangan ASLI berharap untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat Batam dan memenangkan Pilwakot Batam pada November mendatang.
“Kami akan buktikan bahwa kami bisa memajukan Batam,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Amsakar Achmad mengatakan dukungan politik yang besar ini menjadi dorongan kuat bagi pasangan ASLI. Amsakar berpesan kepada para pendukung untuk terus bertekad dan berterima kasih atas dukungan yang tak pernah berhenti bagi pasangan ASLI.
“Semakin kita melawan kotak kosong, makinlah kita tunjukkan diri dan terpacu memberikan hasil terbaik dalam konstelasi 2024. Jangan terlena,” kata Amsakar.
Ia juga menegaskan komitmen ASLI untuk membangun Batam dan mengajak para pendukungnya untuk tetap rendah hati dengan dukungan yang ada dan menjaga komunikasi yang baik dengan masyarakat.
“Jangan pernah besar kepala, sombong, karena pasangan ASLI menjauhi hal tersebut,” ujarnya.
Kemungkinan Calon Tunggal
Calon tunggal mencuat karena satu bulan jelang pendaftaran, 10 dari 12 partai politik peraih kursi DPRD Batam sudah memberikan dukungan resmi untuk Amsakar-Li Claudia. Mereka selanjutnya akan membangun koalisi partai pengusung.
Partainya yaitu Nasdem, Gerindra, Golkar, PKB, PAN, Hanura, Demokrat, PSI, PKN dan PPP. Gabungan parpol itu meraih 37 dari 50 total kursi di DPRD Batam atau sekitar 74 persen dukungan.
Baca: Strategi Borong Partai, Sinyal PDIP Melawan Arus
Hanya PDIP dan PKS yang belum menentukan sikap hingga 29 Juli. Gabungan partai itu sebanyak 13 kursi, lebih dari cukup untuk mengusung calon yang syarat minimalnya 10 kursi atau 20 persen dari total kursi di DPRD Batam.
Namun calon tunggal terwujud jika PKS atau PDIP akhirnya mengekor koalisi gemuk Amsakar-Li Claudia. Alhasil, koalisi partai pengusung Amsakar-Li Claudia menutup peluang munculnya calon lawan karena sisa satu partai PKS (6 kursi) atau PDIP (7 kursi) tak bisa lagi membangun poros koalisi.
Dengan sokongan banyak partai, peluang Amsakar memimpin Batam pun terbuka lebar. Sebagai perbandingan pada Pilkada 2020, pasangan Muhammad Rudi-Amsakar Achmad disokong delapan partai politik dengan total 30 kursi. Rudi-Amsakar pada pemilihan 2020 menang telak 73 persen (267.497 suara). Lawannya ketika itu adalah Lukita Dinarsyah Tuwo-Abdul Basyit Haz yang diusung PDIP, PKB dan Gerindra.
Setelah diusung 10 partai, Amsakar-Li Claudia menjadi satu-satunya bakal calon walikota-wakil walikota yang telah memegang tiket menuju pilkada Batam satu bulan jelang pendaftaran yang dibuka pada 27 Agustus 2024.
Bagi Amsakar, pemilihan tahun ini menjadi yang ketiga kali. Ia pernah berlaga pada Pilkada 2015 dan Pilkada 2020 berpasangan dengan Muhammad Rudi. Rudi tahun ini akan bertarung di pemilihan gubernur Kepulauan Riau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Muhammad Ravi









