Batam (Gokepri.com) – Hampir setahun konser musik dan pentas besar berhenti karena pandemi. Tapi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memberi sinyal positif pentas itu boleh digelar lagi setelah vaksinasi.
Sandiaga, yang sibuk mempersiapkan memulihkan pariwisata di Indonesia sejak ia dilantik pada Desember 2020, menyatakan pemerintah mulai mempertimbangkan untuk mengizinkan acara rekreasi seperti konser musik tatap muka berlangsung untuk pertama kalinya sejak pandemi dimulai tahun lalu.
“Kalau acara [offline] bisa diadakan lagi, [harus] diinisiasi dan dikoordinasikan secara sinergis dengan kepolisian setempat dan Satgas COVID-19 daerah. Adakan acara dengan sinergi kolosal yang melibatkan semua pihak. Termasuk untuk konser musik dengan protokol kesehatan yang ketat,” kata Sandiaga saat konferensi pers virtual yang disiarkan dari Instagram Kemenparekraf, Kamis (17/3/2021).
“Kita sudah punya panduan CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety dan Environmental Sustainability) untuk kegiatan ekonomi kreatif,” imbuhnya.
Sandiaga juga mengungkapkan keinginannya untuk memvaksin sekitar 2 juta orang di Bali hingga bulan Juli mendatang. Apabila hal itu dapat dilakukan, bukan tak mungkin kalau nantinya Bali dapat dibuka kembali untuk wisatawan mancanegara. Tidak menutup kemungkinan menjadi venue untuk event wisata hingga konser musik.
“Pada rakor kemarin Senin (15/3) kami mendapat arahan dari Menkomarves (Luhut Binsar Pandjaitan), target 9 Juli itu 2 juta (vaksin). Sehingga akan mudah-mudahan tercipta kekebalan komunal di Bali, karena itu yang diperlukan untuk masyarakat di Bali agar mereka memiliki confident yang lebih tinggi,” tutup Sandiaga.
Pernyataan Sandiaga menjadi harapan yang dicari industri kreatif. Awal bulan ini, sejumlah promotor acara dan asosiasi pekerja industri kreatif menerbitkan surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo dan pejabat terkait, termasuk Sandiaga, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Ketua Satgas COVID-19 Nasional Doni Monardo.
Mereka meminta pihak berwenang untuk memberi mereka izin untuk menyelenggarakan acara yang diadakan dengan protokol kesehatan yang ketat.
Perwakilan salah satu organisasi yang terlibat, Dino Hamid dari Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI), juga mempertanyakan mengapa sektor lain, seperti ritel dan makanan dan minuman, dibiarkan beroperasi pada saat pandemi meski memiliki potensi keramaian. (Can)
|Baca Juga: Sandiaga Dukung Vaksinasi Pelaku Pariwisata di Kepri









