Kerugian Materil Bencana Alam Puting Beliung di Karimun Capai Rp4,9 Miliar

Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Bupati Karimun Aunur Rafiq saat meninjau lokasi bencana alam puting beliung di Batu Lipai, Kelurahan Baran Timur, Kecamatan Meral. (Ilfitra/gokepri.com)

Karimun (gokepri.com) – Kerugian materil akibat bencana alam angin puting beliung yang melanda Karimun pada Selasa, 18 Mei 2024 diperkirakan mencapai Rp4,9 miliar.

“Estimasi kerugian diperkirakan mencapai Rp4,9 miliar,” ujar Bupati Karimun Aunur Rafiq usai menyerahkan paket sembako dari Provinsi Kepri, Sabtu 18 Mei 2024.

Kata Rafiq, estimasi kerugian yang ditimbulkan bencana alam puting beliung tersebut masih bersifat sementara.

Untuk memastikan lebih lanjut, saat ini petugas dari BPBD dan Damkar Karimun serta Dinas Sosial Karimun sedang melakukan pendataan.

“Saat ini, petugas sedang melakukan pendataan di lapangan,” ungkapnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Damkar Karimun telah melaporkan data terakhir korban puting beliung yang melanda tiga kelurahan di dua kecamatan di Kabupaten Karimun pada Selasa, 14 Mei 2024.

Dari data BPBD Karimun diketahui data rumah yang terdampak bencana angin puting beliung sebanyak 170 kepala keluarga atau 658 jiwa.

“Sebanyak 170 KK atau 658 jiwa yang terdampak bencana angin puting beliung,” ujar Kabid Bencana BPBD dan Damkar Karimun, Hendra Jumat, 17 Mei 2024.

Rinciannya, untuk Kelurahan Baran Barat di Kecamatan Meral jumlah korban 27 KK atau 101 jiwa yang semuanya berada di Kampung Wonosari.

Kemudian, Kelurahan Baran Timur di Kecamatan Meral terdapat 129 KK atau 506 jiwa yang terdampak bencana alam puting beliung.

Hendra menjelaskan, sebaran korban di Kelurahan Baran Timur itu adalah di Kampung Bukit Atas sebanyak 18 KK atau 87 jiwa dan sisanya di Batu Lipai dengan jumlah 111 KK atau 419 jiwa.

Sementara, di Kelurahan Sungai Lakam Barat terdapat 14 KK atau 51 jiwa yang menjadi korban.

Penulis: Ilfitra

BAGIKAN