Kepri Inflasi 6,79 Persen, Tarif Transportasi Penyumbang Terbesar

Indeks harga konsumen Kepri
Petugas SPBU di Jakarta mengganti papan harga BBM dengan harga baru. Foto: Tempo.co

Batam (Gokepri.com) – BPS mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi tahunan di Kepri pada September 2022 mencapai 6,79 persen (year on year).

Di bulan September, Kepri kembali mengalami inflasi pada September 2022 sebesar 1,06 persen (month to month). Dari dua Kota IHK di Kepri, tercatat Kota Batam mengalami inflasi sebesar 1,08 persen (mtm), dan Kota Tanjungpinang mengalami inflasi sebesar 0,92 persen (mtm).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau, Darwis Sitorus mengatakan kenaikan tarif transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar bulan ini yakni 6,98 persen. “Kelompok transportasi naik 6,98 persen,” katanya dilansir dari situs resmi BPS Kepri, Selasa 4 Oktober 2022.

HBRL

Selain itu, BPS juga mencatat bahwa Kepri mengalami inflasi tahunan sebesar 6,79 persen. “Sementara, inflasi tahun kalender Januari–September 2022 sebesar 4,96 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kepri Wahyu Wahyudin meminta Ansar mempercepat penyaluran BLT subsidi BBM kepada masyarakat nelayan, ojek online dan angkot. Penyaluran BLT yang cepat akan membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga pasca pengumuman kenaikan harga BBM subsidi.

“Harga tiket kapal udah naik, tarif angkot juga naik, kebutuhan pokok juga naik, BLT satu-satunya yang bisa menyelamatkan masyarakat,” katanya.

Ia juga meminta Ansar memantapkan rencana pembentukan kawasan pertanian terpadu ratusan di tahun mendatang.

Sebab kawasan pertanian terpadu sangat penting untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, apalagi Kepri bukan penghasil kebutuhan pokok.

“Mulai tahun depan kawasan pertanian terpadu harus direalisasikan, minimal kita swasembada pangan 30 persen,” ujarnya.

Wahyu meminta Pemprov Kepri membangun pasar induk di 4 daerah populasi terbesar seperti Tanjungpinang, Bintan, Batam, dan Karimun. Dengan pasar induk, pemerintah akan melakukan intervensi pasar dengan menetapkan harga eceran tertinggi.

Komoditas pasar induk nantinya akan disuplai dari kawasan pertanian terpadu. “BPS mencatat bahwa operasi pasar berhasil menurunkan inflasi 0,5 persen pada Agustus 2022, bagaimana kalau ada pasar induk? bisa-bisa inflasi tahunan kita lebih rendah dari tahun sebelumnya,” katanya.

Wahyu bilang Pemprov Kepri juga perlu memberikan perhatian khusus terhadap kualitas tenaga kerja dengan melakukan pelatihan secara berkala.

Tenaga kerja yang berkualitas pula akan meningkatkan kesejahteraan pekerja, upah yang masih rendah menjadi pertanda bahwa tenaga kerja belum berkualitas.

“BLK harus dihidupkan kembali dan harus kreatif, pelatihan tidak harus bergantung kepada anggaran pemerintah, tapi swasta juga harus dilibatkan, anggap saja salah satu syarat perekrutan tenaga kerja,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait