Batam (gokepri.com) – Kepala Puskesmas Tanjungbuntung Suriayati akhirnya dinonaktifkan setelah ramai kabar meninggalnya anak 12 tahun. Ia digantikan Pra Reda Gusti mulai Jumat 15 Oktober 2021.
Petugas di puskesmas tersebut diduga lambat menangani pasien tersebut. Kabar yang ramai setelah video Ketua RW setempat itu sampai ke telinga Wali Kota Batam Muhammad Rudi.
Rudi menyebutkan, pencopotan kepala Puskesmas sebelumnya bukan tanpa alasan. Pasalnya, banyak laporan dari masyarakat terkait kinerja buruk kepala puskesmas sebelumnya.
“Salah satunya ada laporan dari Pak RW-nya. Tapi laporan lain juga ada,” kata Rudi di Aula Pemko Batam, Jumat (15/10).
Rudi berharap dengan dilantiknya Kapus yang baru dapat memperbaiki kinerja kapus sebelumnya dan bisa memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.
“Semoga yang baru ini bisa memperbaiki lah, kita kembalikan ke rumah sakit sesuai dengan fungsinya,” katanya.
Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmaryadi mengatakan, puskesmas Tanjung Buntung harusnya siap melayani masyarakat 24 jam.
Menurutnya pencopotan Kapus sebelumnya memang sudah semestinya dilakukan. Sebab, banyak laporan dari masyarakat terkait kinerjanya.
“Padahal di aturannya Puskesmas itu buka 24 jam tapi kenyataannya tidak,” katanya.
Didi mengatakan, kejadian di Puskesmas Tanjung Buntung merupakan kelalaian. Ia berharap semoga Kapus yang baru bisa bekerja lebih baik.
“Sebenarnya ini keinginan masyarakat banyak juga. Ini lah puncaknya,” katanya. (Engesti Fedro)
|Baca Juga:









