Kemiskinan Ekstrem di Tanjungpinang Turun Signifikan, Ini Penyebabnya

kemiskinan ekstrem di tanjungpinang
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tanjungpinang Teguh Susanto. Foto: Diskominfo Tanjungpinang

Tanjungpinang (gokepri.com) – Kemiskinan eksrem di Tanjungpinang diklaim turun siginifikan. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tanjungpinang Teguh Susanto beberkan penyebabnya.

Data terbaru mengenai angka kemiskinan ekstrem di Tanjungpinang didapatkan dari hasil verifikasi dan validasi faktual serta musyawarah kecamatan di empat kecamatan di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Berdasarkan hasil veridikasi dan validasi terhadap kepala keluarga (KK)dari data desil 1 dan desil 2, data kemiskinan ekstrem di Kota Tanjungpinang turun dari 6.290 KK menjadi hanya 546 KK.

HBRL

Baca Juga: 109 Orang di Tanjungpinang Timur Dilanda Kemiskinan Ekstrem

“Beberapa penyebab itu antara lain adanya data anomali yang berasal dari unsur ASN, TNI/Polri, guru bersertifikasi, meninggal dunia, pindah keluar daerah, NIK ganda, NIK nama padan ganda, dan tidak padan non pababar,” ungkap Teguh, Senin 10 Juli 2023, dikutip dari laman resmi Pemko Tanjungpinang.

Teguh mengatakan proses verifikasi dan validasi faktual dilaksanakan mulai 5 hingga 20 Juni lalu. Lalu dimusyawarahkan kembali di tingkat kecamatan.

“Dan hasilnya, data kemiskinan ekstrem di Kota Tanjungpinang turun menjadi hanya sebanyak 546 kepala keluarga,” kata Teguh.

Data keluarga miskin ekstrem dalam kelompok desil 1 dan desil 2 yang sebelumnya diterima Dinas Sosial dari Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), berjumlah sebanyak 8.260 KK.

Data itu lalu diverifikasi awal dengan pemeriksaan administrasi nomor induk kependudukan. Saat itulah ditemukan 1.970 KK anomali hingga data keluarga miskin ekstrem berubah dari 8.260 KK menjadi 6.290 KK.

Jumlah 6.290 KK ini lalu diverifikasi dan divalidasi faktual lagi, hasilnya ada 4.383 KK dinilai tidak layak masuk dalam kategori miskin ekstrem, 398 KK telah pindah keluar daerah, 88 KK meninggal dunia, 16 KK ganda, dan 859 KK tidak ditemukan.

“Sebanyak 859 KK tidak ditemukan karena nama dan alamat dalam data yang disampaikan sebelumnya tersebut ternyata tidak ada, atau tidak pernah ada,” ujarnya.

Pengurangan angka kemiskinan ekstrem di Tanjungpinang kata dia juga disebabkan adanya peningkatan kesejahteraan keluarga atas masifnya program dan kegiatan peningkatan ekonomi kerakyatan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Berbagai program ekonomi kerakyatan yang terus digesa oleh Wali Kota Tanjungpinang Hj. Rahma dalam bentuk bantuan peralatan pendukung usaha, peralatan pertanian dan perikanan, serta bantuan sosial lainnya, menurut Teguh adalah faktor yang ikut menentukan meningkatnya kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

***

Pos terkait