Kemenag dan DPR Tolak Sweeping Rumah Makan Selama Ramadan

pasien kanker puasa ramadan
Ilustrasi. Pasien kanker boleh puasa tapi harus memperhatikan pola 3J. Foto: Pixabay

BATAM (gokepri) – Pejabat Kementerian Agama dan DPR mengingatkan agar tak ada sweeping rumah makan selama Ramadan. Toleransi dinilai kunci menjaga ketentraman masyarakat majemuk.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kepulauan Riau, Zoztafia, bersama Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menegaskan penolakan terhadap aksi sweeping yang kerap memicu polemik setiap bulan puasa.

Zoztafia mengatakan, Ramadan harus dijalani dengan saling menghormati. Warga yang tidak berpuasa diminta menjaga sikap di ruang publik, sementara umat Muslim diharapkan meningkatkan kesabaran.

Baca Juga: MBG di Batam Gunakan Sistem Antar Sekolah Selama Ramadan

“Jaga ketentraman ini. Semestinya kita lebih mempererat hubungan. Tokoh agama semuanya normatif, pasti memahami itu,” ujar Zoztafia di Batam, Jumat 20 Februari 2026.

Ia mencontohkan suasana kerja di Kanwil Kemenag Kepri yang diisi pegawai dari berbagai latar belakang agama. Menurut dia, kerukunan harus dimulai dari institusi dan menjadi teladan di tengah masyarakat.

“Kami di Kanwil banyak yang beragama Kristen, Hindu, Buddha, dan semuanya harmonis. Saya kira tokoh agama pasti paham untuk menjaga situasi,” katanya.

Terkait organisasi kemasyarakatan, ia meminta seluruh pihak mengedepankan sikap saling menghargai dan tidak bertindak sepihak.

Senada, Marwan Dasopang menilai sweeping rumah makan tidak tepat dan justru merusak upaya membangun harmoni sosial.

“Sweeping itu tidak baik dan justru kontraproduktif. Belum tentu orang yang makan di situ adalah orang yang seharusnya berpuasa,” ujarnya.

Marwan mengingatkan, puasa wajib bagi umat Muslim yang memenuhi syarat. Namun ada kelompok yang tidak berkewajiban karena kondisi kesehatan, usia, atau alasan lain yang dibenarkan agama.

Menurut dia, keberadaan rumah makan yang tetap beroperasi bisa dipandang sebagai bagian dari ujian menjalankan ibadah.

“Lebih baik dianggap sebagai penambah kekuatan iman dan pahala. Semakin banyak tantangan, semakin kuat kita menahan, maka semakin banyak pahalanya,” kata dia.

Meski menolak sweeping, Marwan tetap mengimbau masyarakat yang tidak berpuasa menjaga etika di ruang publik.

“Bagi yang tidak berpuasa tidak perlu pamer saat makan agar tidak menimbulkan emosi. Intinya saling menjaga,” tutupnya.

Baca Juga: THM di Batam Tutup Sembilan Hari Selama Ramadan, Ini Aturannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti Fedro
Editor: Candra Gunawan

Pos terkait