JAKARTA (gokepri) – Motorola kembali hadir di Indonesia setelah absen selama delapan tahun. Perusahaan teknologi tersebut memiliki lima strategi untuk mengembangkan bisnisnya di tanah air.
Country Head Motorola Indonesia, Bagus Prasetyo, menjelaskan perusahaannya menargetkan Motorola berada di peringkat lima teratas jenama ponsel terbesar di Indonesia dengan penguasaan pangsa pasar mencapai 10 persen dalam tiga tahun ke depan.
“Kami memiliki satu visi, kami mau menjadi salah satu prominent brand (jenama terkemuka) di Indonesia. Kami memiliki proyeksi dalam tiga tahun ke depan kami akan mencapai double digit (dua digit),” kata Bagus saat konferensi pers peluncuran Moto G45 5G di Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2025).
Bagus menjelaskan, strategi pertama adalah mengusung motto “local for local“. Motorola melakukan proses produksi dari perakitan hingga pengemasan di Indonesia, serta aktif melakukan kolaborasi dengan perusahaan lokal, salah satunya PT Sat Nusapersada di Batam.
“Dimulai dari perakitan paling dasar, yaitu PCB, sampai ke proses pengemasan itu dilakukan di Indonesia, dan mitra-mitra kita semuanya adalah local company dari Indonesia,” ujarnya.
Marketing Head Motorola Asia Pacific, Shivam Ranjan, menjelaskan strategi kedua, yakni melakukan kolaborasi baik dengan perusahaan global maupun lokal dalam menghadirkan inovasi produknya.
Contohnya, kolaborasi yang terjalin saat ini dengan Pantone, Bose, dan Corning, Vision+, hingga XL. Ketiga, mengeksplorasi pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Salah satunya dengan mengembangkan fitur AI mereka sendiri bernama Moto AI. Selain itu, Motorola juga menggandeng pengembang AI besar lain, seperti Gemini dari Google, untuk menghadirkan fitur-fitur AI dalam produk ponselnya.
“Saya pikir, AI adalah salah satu revolusi terbesar yang telah kami lihat dari zaman revolusi internet dan sangat penting bagi kami sebagai perusahaan smartphone untuk memimpin jalan inovasi ini,” kata Shivam.
Keempat, mengklaim sebagai pelopor jaringan 5G pada ponsel pintar, Motorola berupaya menghadirkan pengalaman terbaik menggunakan jaringan 5G pada pengguna melalui teknologi dan inovasi yang mereka kembangkan.
Kelima, memberikan pengalaman fitur premium kepada konsumen dengan mengajak mereka untuk merasakan langsung fitur-fitur andalan ponsel itu di layanan ritel mereka.
“Mereka bisa melakukan fitur (gestur pada ponsel Moto G45) chop, twist, dan Smart Connect ketika mereka melihat perangkatnya. Jadi kami berkomitmen untuk menciptakan pengalaman premium ritel di Indonesia. Karena kami percaya ritel adalah sebuah segmen besar di Indonesia,” ucap Shivam.
Diketahui, Motorola kembali ke Indonesia setelah absen delapan tahun dengan merilis ponsel pintar terbaru mereka, yakni Moto G45 5G.
Fitur andalan dari ponsel ini adalah Moto Gestures yang memungkinkan pengguna mengakses kamera tanpa membuka kunci layar hanya dengan menggoyangkan badan ponsel dan mengayunkannya apabila ingin menyalakan lampu senter.
Selain itu, ada fitur Smart Connect yang memudahkan pengguna untuk berbagi konten maupun berpindah streaming dari layar ponsel ke desktop, laptop, tablet, atau TV. ANTARA
Baca Juga: Moto G45 5G, Ponsel Pertama Motorola yang Diproduksi di Batam
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








