KEK Pendidikan dan Medis Jadi Andalan Dorong Ekonomi

Investasi temasek di Indonesia
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat bertemu dengan Chairman of Singtel dan Temasek Board Members Lee Theng Kiat di Jakarta, Jumat (18/7/2025). Foto: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian

JAKARTA (gokepri) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta badan usaha pembangun dan pengelola (BUPP) kawasan ekonomi khusus (KEK) meningkatkan realisasi investasi. Upaya ini penting agar Indonesia bisa mencapai target sebagai negara industri.

Menurutnya, kontribusi industri pengolahan terhadap produk domestik bruto (PDB) perlu di atas 20 persen agar Indonesia menjadi negara industri. “Kontribusi industri pengolahan saat ini 18,67 persen. Jadi, ini target bagi seluruh BUPP KEK untuk mendorong investasi dan meningkatkan kontribusi sektor industri pengolahan,” kata Airlangga di Jakarta, Kamis (7/8).

Ia menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2025 yang mencapai 5,12 persen (yoy), dengan kontribusi dari pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang naik 6,99 persen (yoy). Menurut Airlangga, KEK dan kawasan industri dapat mempertahankan kinerja ekonomi yang baik di suatu wilayah.

HBRL

Sebagai contoh, pertumbuhan ekonomi di Pulau Sulawesi regionalnya lebih tinggi dari rata-rata nasional. Ini didukung oleh kawasan industri di Morowali dan Bantaeng.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas 22 Juli 2025 lalu menginstruksikan percepatan realisasi investasi dan penyerapan tenaga kerja di KEK. Prabowo juga mendorong pengembangan KEK, terutama untuk pendidikan digital dan medis.

“KEK yang diharapkan bisa menjadi prototipe kesehatan sangat didorong, yaitu KEK Batam dengan Rumah Sakit Apollo,” ujar Airlangga. Ia menyebut KEK ini akan menjadi pengubah permainan bagi industri kesehatan agar dapat bersaing dengan Singapura dan Penang, Malaysia.

Airlangga menambahkan, untuk menarik investasi, diperlukan rumah sakit kelas satu, penerbangan langsung internasional ke Bandara Hang Nadim Batam, serta perbaikan pelabuhan di KEK Tanjung Kelayang.

Dia berharap keberadaan KEK dapat meningkatkan lapangan kerja dan mendorong pendidikan di sekitar lokasi usaha. Pemerintah juga telah menyediakan kebijakan super deduction tax hingga 200 persen bagi perusahaan yang berperan dalam pendidikan atau vokasi.

Airlangga berharap KEK dapat menjadi pengungkit pertumbuhan perekonomian nasional. “Arahan Presiden, dalam tiga tahun ke depan pertumbuhan ekonomi kita bisa mencapai 8 persen,” katanya. Kunci untuk mencapai target itu, menurutnya, adalah KEK dan digitalisasi. “Tidak ada pengungkit yang bisa lebih cepat mengakselerasi ekonomi daripada dua sektor tersebut,” tambahnya. ANTARA

Baca Juga: KEK Pariwisata Kesehatan, Sanur dan Batam Jadi Andalan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait