KEK KESEHATAN: Karpet Merah untuk Thumbay Group

Thumbay Group
Kepala BP Batam Muhammad Rudi berbincang dengan Duta Besar RI untuk UEA Husin Bagis. (Foto: Humas BP Batam)

Batam (gokepri.com) – Badan Pengusahaan (BP) Batam serius mengembangkan Sekupang sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan dengan fasilitas lengkap nan canggih. Bertemu langsung dengan petinggi perusahaan asal Uni Emirat Arab Thumbay Group hingga melobi Duta Besar RI di sana sebagai fasilitator. Siap memberikan perlakuan istimewa.

Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab Husin Bagis mendukung langkah Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam berkolaborasi dengan perusahaan asal UEA, Thumbay Group dalam rencana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan Sekupang.

Hal itu disampaikan Dubes dalam kunjungan Kepala BP Batam ke Kedutaan Besar RI di Abu Dhabi, sebagaimana keterangan yang diterima di Batam, Minggu, 8 November 2021.

HBRL

Pihaknya juga siap menjadi fasilitator untuk jalinan bisnis antara BP Batam dan perusahaan UEA ke depan.

Dubes juga mengingatkan agar seluruh proyek dilakukan dengan bersih dan jelas.

Dalam pertemuan itu, Kepala BP Batam Muhammad Rudi mengatakan rencana investasi Thumbay Group bermula dari kegiatan Investment Day 2021 yang diinisiasi KBRI bekerja sama dengan IIPC Abu Dhabi dan Bank Indonesia Tokyo.

Saat itu BP Batam berkesempatan mempresentasikan proyek KEK Kesehatan Sekupang. Dari paparan itu, Thumbay Group menunjukkan minat berkolaborasi dengan BP Batam dalam membangun KEK Kesehatan Sekupang yang terintegrasi.

“Melalui kesempatan ini, kami ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada KBRI yang telah menginisiasi kegiatan Indonesia Investment Day yang akhirnya mempertemukan kami dengan jalinan persaudaraan kami dengan Thumbay Group,” kata Kepala BP Batam.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam Ariastuty Siarit menyatakan koordinasi dengan Dubes RI untuk UEA diharapkan menjadi momentum yang baik, tidak hanya jalinan persaudaraan antara kedua belah pihak, namun juga hubungan diplomatik kedua negara, yakni Indonesia – UEA.

Sementara itu, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto melalui keterangan Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegakkan Hukum dan Ketahanan Ekonomi Kemenko Perekonomian Elen Setiadi mengapresiasi BP Batam yang secara aktif melakukan upaya-upaya strategis menarik investasi ke Batam dalam masa pemulihan ekonomi negeri.

BP Batam senantiasa melakukan koordinasi aktif dengan Dewan Pengawas dalam upaya menarik investasi baru.

BP Batam juga melakukan koordinasi terkait formulasi insentif yang dapat ditawarkan kepada calon investor sehingga Batam menjadi kota yang semakin strategis untuk investor, sesuai dengan amanah Presiden RI Joko Widodo.

Investasi Jumbo

Sebelum terbang ke Dubai, Muhammad Rudi sempat membeberkan gambaran investasi di KEK Sekupang. Investor akan membangun rumah sakit serta kampus khusus kedokteran. BP Batam menyiapkan lahan sekitar 20 hektare di sana. Investasinya ditaksir membutuhkan dana Rp7 triliun.

“Investasi yang mau masuk lainnya masih menunggu, yang jelas di Kota Batam akan dibangun satu rumah sakit dan kampus kedokteran,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Anggota Bidang Kebijakan Strategis BP Batam, Enoh Suharto Pranoto, mengatakan rencana pengembangan KEK Kesehatan di Sekupang, Batam diharapkan, dapat menangkap peluang wisatawan medis.

BP menerima masukan berkaitan model kerja sama yang bisa dikembangkan karena diharapkan Batam, mendapatkan partner internasional. Terutama yang selama ini berobat ke luar negeri. Wisata medis diharap dapat berkembang, tanpa mengganggu pelayanan medis yang ada saat ini.

“Pengembangan KEK Kesehatan ini juga dapat menciptakan ekosistem medis yang mendukung kawasan kesehatan seperti industri farmasi, alat kesehatan dan jasa akomodasi,” kata Enoh. (Reporter: Candra Gunawan)

Pos terkait