Karimun (gokepri.com) – Zuarni Hidayati (38) nampak sibuk berkeliling diantara satu rak dengan rak lainnya di Swalayan Naga Mas Mart, Rabu, 17 April 2024 menjelang siang.
Setelah beberapa kali memutar di lorong makanan ringan dan rak deterjen, akhirnya dia menemukan apa yang dicari. Ibu tiga anak yang tinggal di Meral Kota ini kemudian bergegas menuju meja kasir.
Begitu sampai di meja kasir, Zuarni menaruh belanjaan sambil merogoh dompetnya. Begitu hendak membayar, dia nampak kelimpungan karna ternyata dia tak membawa uang tunai.
Zuarni kemudian meminta izin kepada petugas kasir, apakah boleh membayar pakai kartu debit.
Petugas kasir kemudian menanyakan kartu debit apa yang dibawa dan dijelaskan kalau dia memiliki kartu debit BRI sambil menyodorkannya kepada petugas kasir tersebut.
Kasir pun menggesek kartu debit Suarni hingga struk pembayaran pun keluar.
“Apakah kakak punya member?” tanya petugas kasir dan langsung dijawab Suarni dengan menyebut 4 digit angka sebagai bagian dari member di Naga Mas Mart tersebut.
Zuarni pun berlalu dari kasir sambil berujar dengan suaminya.
“Untung kita bawa kartu debit ya, Pak. Kalau tidak malu juga ibu tadi, belanja tak bawa uang,” ujar Suarni sambil berjalan menuju sepeda motornya.
Sabrina, petugas kasir mengatakan, selama menjadi kasir dirinya sudah banyak melayani transaksi non tunai di Swalayan Naga Mas Mart, meskipun jumlahnya belum sebanyak transaksi tunai.
“Kalau konsumen yang bayar pakai kartu debit sangat banyak. Kami menyediakan layanan semua kartu debit termasuk BRI,” kata Sabrina.

Swalayan Naga Mas Mart merupakan merupakan bagian dari Padimas Group. Swalayan ini terletak di kawasan pecinan Kelurahan Baran Barat, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun.
Swalayan ini diresmikan oleh Bupati Karimun, Aunur Rafiq pada 29 Mei 2028 yang ditandai dengan pengguntingan pita bersama sang pemilik, Samsi.
Pemilik Swalayan Naga Mas Mart, Samsi mengatakan, pelayanan transaksi di supermarket miliknya tidak hanya sebatas pembayaran tunai, melainkan juga non tunai.
Untuk kemudahan pelayanan non tunai, pihaknya telah menyediakan mesin EDC di seluruh meja kasir.
“Semua meja kasir di seluruh swalayan kami sudah dilengkapi dengan mesin EDC agar memudahkan pelayanan transaksi yang bersifat non tunai,” katanya.
Menurut dia, keberadaan mesin EDC untuk mempercepat transaksi ketika para pengunjung ataupun pembeli lupa membawa uang tunai atau memang sengaja memilih transaksi dengan cara non tunai.
“Intinya, seluruh karyawan kami memberikan pelayanan terbaik mereka kepada pengunjung, salah satunya dalam bentuk transaksi non tunai ini,” ungkapnya.
Terkait kemudahan transaksi merchant BRI, Pemimpin Cabang BRI Tanjungbalai Karimun, Yosi William Kore mengatakan, BRI sedang berupaya untuk meningkatkan atau mendorong transaksi di merchant.
“Merchant-merchant yang ada di wilayah Tanjungbalai Karimun ini kita ajak untuk bekerjasama dengan BRI untuk mempermudah transaksi yang ada di merchant tersebut,” ujar Yosi.
Kata Yosi, hampir seluruh merchant seperti supermarket, minimarket, swalayan maupun gerai yang ada di Karimun sekarang sudah menggunakan transaksi non tunai.
Bahkan, pedagang gorengan di Karimun pun sudah ada yang menggunakan transaksi non tunai yakni menggunakan QRIS.
“Para pelaku usaha akan mendapatkan manfaat dari QRIS tersebut, sebagai contoh apabila pelanggan tidak membawa uang tunai maka bisa membayar menggunakan QRIS,” katanya.
Artinya, dengan adanya QRIS maka akan menambah pangsa pasar dari pelaku usaha itu sendiri, yakni pembeli yang tak membawa uang tunai ternyata mampu berbelanja menggunakan QRIS ataupun kartu debit.
Penulis: Ilfitra








