Karang Taruna Kepri Klarifikasi Isu Pungli Stan UMKM Tugu Sirih

Karang Taruna Kepri memberikan klarifikasi terkait iuran untuk UMKM di Tugu Sirih. Foto: Gokepri.com/Engesti

Tanjungpinang (gokepri.com) – Karang Taruna (Katar) Kepulauan Riau (Kepri) memberikan klarifikasinya terhadap kisruh stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Tugu Sirih Tanjungpinang.

Klarifikasi ini dilakukan lantaran adanya pemberitaan negatif tentang oknum karang taruna yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) di kawasan tersebut.

Koordinator Stan Katar Kepri, Muharoni membantah berbagai isu yang dikaitkan dengan Katar Kepri. Menurutnya pemberitaan tersebut tidaklah benar.

HBRL

Baca Juga: Langgar Ketentuan, Satpol PP Kepri Tertibkan Lima Kontainer di Tugu Sirih

“Mungkin boleh dikatakan bersumpah tidak ada bantuan dari mana pun. Apakah APBD atau CRS. Yang didugakan semuanya tidak ada,” kata Muharoni, Minggu 24 Maret 2024.

Ia menjelaskan, kegiatan bazar atau stan UMKM di Tugu Sirih itu memang merupakan inisiatif Katar Kepri untuk menyemarakkan Ramadan tahun ini. Termasuk juga dengan berbagai permainan anak-anak yang ada di dalam kawasan Tugu Sirih.

Stan bazar UMKM di Tugu Sirih. Foto: Gokepri.com/Engesti

Ia menuturkan, setidaknya terdapat 44 stan pedagang yang berada di bawah naungan Katar Kepri. Para pedagang itu tidak ada satu pun yang mengeluh sebagaimana maraknya pemberitaan belakangan ini.

“Ada informasi, pedagang yang diambil keterangannya tidak masuk dalam Katar. Nominalnya saja berbeda. Kami ada grup, tidak ada yang keberatan,” tuturnya.

Menurut dia karena hal itu sudah deal dan bisa dicicil. Selain itu uang iurannya juga disesuaikan dengan pendapatannya.

“Silakan juga diputar dulu uangnya,” tambah pria yang akrab disapa Roni itu.

Roni membenarkan adanya kontribusi para pedagang atau pemilik permainan di kawasan tersebut sebesar Rp1 juta rupiah sebagaimana kesepakatan bersama. Namun, kontribusi itu untuk operasional seperti listrik, stan, lampu hias, dan kebutuhan lainnya.

Ia melanjutkan, penentuan biaya itu juga telah melalui diskusi dan pertimbangan lainnya agar tidak ada saling cemooh antar pedagang soal lapak stan yang lebih murah dari lapak lainnya di luar kawasan Katar.

Sementara itu, Dewan Pertimbangan Katar Kepri, Basyaruddin Idris menyebut, adanya puluhan stan di dalam kawasan Tugu Sirih itu merupakan kegiatan mandiri Katar Kepri. Sekaligus mendukung acara Kepri Ramadan Fair dari Bank Indonesia (BI) Kepri.

“Cerita CSR itu nol besar. Tak ada itu walaupun pernah kita ajukan minta tenda tapi sampai hari ini tidak ada. Katar Kepri berinisiatif beli tenda sendiri ini dari Batam. Masalah kontribusi semua adalah kesepakatan,” sambung Basyaruddin Idris.

Ia pun menegaskan, tanggung jawab Katar Kepri hanyalah para pedagang yang ada di dalam kawasan Tugu Sirih. Sejauh ini, tidak ada dari mereka yang mengeluh pada iuran tersebut.

“Ini beda yang di jalan aspal itu. Itu gawaiannya LAM Tanjungpinang. Begitu juga parkir. Katar hanya yang di dalam,” ujarnya.

Sebelumnya, para pedagang dan pelaku UMKM yang berusaha di area Taman Gurindam 12 Tepi Laut Tanjungpinang, menyampaikan kekecewaan mereka terhadap tarif tenda stan bazar yang dipatok dengan harga tinggi, berkisar antara Rp800 ribu hingga Rp1 juta oleh oknum berinisial Rn.

“Tarif yang dipatok untuk tenda stan bazar dengan ukuran 2×2 meter yang mencapai Rp800 ribu hingga Rp1 juta, dianggap tidak manusiawi dan tidak masuk akal,” kata pedagang.

Mereka menilai tenda- tenda tersebut seharusnya merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melalui Dinas Sosial, bukan milik perorangan.

“Kalau pun ada jangan sampai sebesar itu. Kami ini jualan bukan jualan mewah,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait