Kafilah Bintan Rihlah ke Tanjung Setumu

Kafilah Bintan melakukan rihlah (perjalanan) ke Tanjung Setumu, Pulau Dompak, Tanjungpinang.
Kafilah Bintan melakukan rihlah (perjalanan) ke Tanjung Setumu, Pulau Dompak, Tanjungpinang.

Tanjungpinang (gokepri.com) – Pasca pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) IX Provinsi Kepulauan Riau yang digelar secara virtual, Kafilah Bintan melakukan rihlah (perjalanan) ke Tanjung Setumu, Pulau Dompak, Tanjungpinang. Kafilah Bintan beranjak menuju Tanjung Setumu dari tempat penginapan yaitu CK Tanjungpinang Hotel & Convention Center, Sabtu (31/7/2021).

Sesampainya disana, Ketua Kafilah Bintan sekaligus Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Bintan, Erman Zaruddin, mengatakan bahwa rihlah ini untuk menyegarkan batin dan menjaga semangat para peserta setelah tampil pada STQH selama empat hari. Kemudian ia memberikan motivasi dan pesan kepada Kafilah Bintan.

Erman mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang telah menjaga diri selama pelaksanaan STQH di masa pandemi Covid-19. Menurutnya, penjagaan diri adalah bentuk kepedulian kepada orang lain, bantu diri dengan membantu orang lain.

Erman menambahkan, jika pandemi ini belum berakhir, maka diperkirakan pada tahun yang akan datang, kegiatan keagamaan serupa akan dilaksanakan secara virtual lagi. “Kecuali jika Provinsi Kepri sudah zona hijau. Jika demikian, maka tinggal bagaimana kita dan masyarakat menyikapinya,” ucap Erman.

Selaku Ketua Kafilah Bintan, Erman mengucapkan terima kasih kepada peserta yang telah bertungkus lumus berlatih dan menjaga kesehatan diri untuk memberikan penampilan terbaik pada STQH ini. “Yakinlah, kita sudah mencoba agar hari ini lebih baik dari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini. Bagi yang berhasil pada STQH ini, teruslah berusaha, karena di atas langit masih ada langit. Jangan merasa hebat, karena jika kita merasa hebat kita jadi berhenti berusaha,” pesan Erman.

“Bagi yang telah hafal 100 hadis upayakan bagaimana bisa hafal 500 hadis. Hafal 100 hadis beserta uraiannya bisa menjadi bahan ceramah untuk 30 hari. Bagi peserta tafsir upayakan untuk menguasai Bahasa Arab, karena selain menafsirkan Al-Qur’an dengan Bahasa Arab, Dewan Hakim akan mengorek sejauh mana penguasaan Bahasa Arab dari jawaban kita,” lanjutnya.

Erman juga berpesan kepada peserta untuk tetap semangat menjaga dan mendalami kemampuan untuk membumikan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap kepada orang-orang yang ahli Al-Qur’an agar dapat bekerja dan memimpin di Kementerian Agama nantinya.

Baca juga: Kendala Sinyal, Natuna Batal Ikut STQH Kepri

Terakhir, Erman mengungkapkan pelan namun pasti akan ada perubahan peraihan peringkat pada perhelatan MTQ dan STQ jika semua pihak berupaya, baik peserta, LPTQ, Kemenag dan Pemda secara bersama membangun prestasi pengetahuan di bidang ilmu agama Islam ini menjadi lebih baik.

“Semoga Allah SWT meridai usaha kita untuk membumikan Al-Qur’an. Semoga ada Kafilah Bintan yang ikut berpartisipasi pada STQH di tingkat nasional yang digelar di Maluku Utara pada bulan Oktober nanti,” tandasnya. (wan)

BAGIKAN