Jumlah Suara dan Daftar Hadir di TPS 10 Sei Binti Tak Sinkron

panel pleno PPK Sagulung
Rapat pleno terbuka rekapitulasi suara di Tingkat Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Selasa (20/2/2024). Foto: Gokepri.com/Muhammad Ravi

Batam (gokepri.com) – Hasil perhitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 10 Kelurahan Sei Binti Kecamatan Sagulung Kota Batam tidak sesuai dengan jumlah daftar hadir pemilih.

Hal itu diungkap, Candra, saksi pasangan calon presiden dan wakil presiden Anies – Muhaimin saat ditemui di rapat pleno rekapitulasi tingkat Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Selasa, 20 Februari 2024.

Candra mengungkap total surat suara yang sah untuk paslon nomor urut 01, 02 dan 03 yakni 229 suara dan ada di dalam kotak suara. Namun, dalam penghitungan ditemui bahwa daftar hadir hanya 226 orang pemilih.

Baca Juga: Ada Pemilih Ganda, TPS 36 Sei Lekop Pemungutan Suara Ulang

“Yang kita pertanyakan tiga dengan suara lagi ini untuk siapa dan dari mana datangnya, salah satunya seperti ada tiga kertas suara yang diberikan atau datang dari mana kami nggak tahu,” tambahnya.

Ia mengatakan pihaknya tidak akan membuat berita acara hingga persoalan tersebut diselesaikan. Candra mengatakan masalah tersebut terindikasi menjadi salah satu bentuk kecurangan.

“Ini masalahnya salah satu bentuk kecurangan untuk satu TPS, kami tidak akan buat berita acara sampai lanjut kasus ini,” kata Candra.

Candra mengatakan apabila benar hasil temuan ini, pihaknya akan merekomendasikan penyelenggara untuk melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU).

“Dari Tim AMIN silakan itu dilaksanakan (PSU) tetapi ini salah satu bentuk kecurangan yang kami lihat,” imbuhnya.

Sementara, Ketua PPK Kecamatan Sagulung, Hasan menyampaikan pihaknya tengah mengumpulkan KPPS untuk menghitung ulang hasil temuan tersebut.

Hasan juga memastikan persoalan tersebut dapat segera diselesaikan. Pihaknya berharap PSU tidak dilakukan kembali.

“Sampai sejauh ini kita minta supaya jangan PSU, cukup satu saja tapi kalau memang yang tak bisa dihindarkan ya mau gimana lagi kan tapi kita upayakan semaksimal mungkin supaya jangan PSU,” katanya.

Menurutnya, penghitungan suara yang tidak sesuai tersebut karena faktor kelelahan petugas KPPS.

“Karena ini murni ya terus terang saja, pertama faktor kecapekan juga KPPS itu,” kata Hasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Muhammad Ravi

BAGIKAN