BATAM (gokepri.com) – Program penyediaan makan bergizi gratis bagi siswa di Batam masih menunggu Petunjuk Teknis (Juknis) dari pemerintah pusat untuk segera direalisasikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Riau (Kepri), Andi Agung, menyampaikan bahwa program ini terus dibahas, terutama terkait penganggarannya.
“Meski begitu, hingga kini petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan program tersebut masih belum diterima,” ujar Andi saat ditemui di Pemko Batam, Kamis, 31 Oktober 2024.
Baca Juga: Batam Anggarkan Rp65 Miliar untuk Program Makan Siang Gratis
Andi menjelaskan, penganggaran telah diprioritaskan oleh pemerintah kabupaten dan kota, termasuk Batam, yang menetapkan alokasi anggaran sekitar Rp65 miliar. Dana ini bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sebagian akan dialokasikan untuk mendukung program makan bergizi bagi siswa.
“Nilai anggaran bagi Kota Batam mencapai Rp65 miliar, yang bersumber dari PAD. Nantinya, PAD akan dialokasikan sebagian untuk mendukung program ini,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya pengawasan dari Dinas Pendidikan (Disdik) dalam menjalankan program ini, terutama mengingat besarnya anggaran yang terlibat.
“Pengawasan teknis akan dilakukan untuk memastikan penggunaan dana tepat sasaran. Semua ini akan diatur lebih lanjut dalam juknis yang masih dalam pembahasan,” tambahnya.
Selain untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa, program ini juga diharapkan dapat mendukung para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terlibat dalam penyediaan makanan bergizi.
“Harapan kami program ini dapat membawa manfaat, tidak hanya bagi siswa tetapi juga bagi UMKM,” ungkapnya.
Di tingkat provinsi, kebutuhan anggaran untuk program serupa bagi seluruh SMA dan SMK negeri maupun swasta di Kepri diperkirakan mencapai Rp450 miliar.
“Nilai tersebut untuk setiap sekolah SMA dan SMK se-Provinsi Kepri,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









