Jokowi Baru Tahu Istana Merdeka dan Istana Negara Dihuni Dua Gubernur Jenderal Belanda

jokowi istana belanda
Presiden Jokowi (tengah) menyampaikan pidato didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Agung (ketiga kiri) Menko Polhukam Hadi Tjahjanto (keempat kanan), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (keempat kiri), Mensesneg Pratikno (ketiga kanan), Wakil Menteri ATR/BPN Raja Juli Antoni (kedua kanan), Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (kedua kiri), Kurator Pembangunan IKN Ridwan Kamil (kiri), Perancang Istana Garuda IKN Nyoman Nuarta (kanan) saat peresmian Taman Kusuma Bangsa di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin, 12 Agustus 2024. Taman Kusuma Bangsa dirancang sebagai tempat renungan suci dan penghormatan kepada para pahlawan bangsa. ANTARA/Fauzan

PENAJAM PASER UTARA (gokepri) – Presiden Joko Widodo mengaku terkejut saat mengetahui Istana Merdeka dan Istana Negara di Jakarta pernah dihuni oleh dua Gubernur Jenderal Belanda yang berbeda.

Jokowi baru mendengar informasi bahwa Istana Merdeka pernah ditempati oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Johan Wilhelm van Lansberge, sementara Istana Negara oleh Pieter Gerardus van Overstraten.

“Saya juga kaget, ternyata Istana Negara dan Istana Merdeka itu dihuni oleh dua orang yang berbeda,” ujar Jokowi saat memberikan arahan kepada kepala daerah di Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Selasa, 13 Agustus 2024.

HBRL

Jokowi mengungkapkan hal ini ketika membahas tentang Istana Negara di IKN yang dirancang dan dibangun oleh anak bangsa. Ia membandingkan dengan bangunan-bangunan istana sebelumnya di Indonesia yang digagas oleh kolonialis.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menyinggung bahwa Istana Bogor pernah ditempati oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Gustaaf Willem van Imhoff.

“Sudah 79 tahun kita tempati. Bau-bau kolonial selalu saya rasakan setiap hari, seolah-olah dibayang-bayangi. Sekali lagi, kita ingin menunjukkan bahwa kita punya kemampuan untuk membangun ibu kota sesuai dengan keinginan dan desain kita sendiri,” katanya.

Namun, Jokowi menegaskan pembangunan IKN tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Ia memproyeksikan IKN bisa selesai dalam waktu 10 hingga 15 tahun. Sejak dimulai pada 2022, pembangunan baru mencapai sekitar 20 persen.

Baca: Jelang Upacara HUT ke-79 RI di IKN, PGN Pastikan Kesiapan Pasokan Gas Bumi

Pemerintah saat ini fokus mencari investor asing untuk memulai pembangunan tahap selanjutnya. Pembangunan tahap pertama yang digencarkan sejak 2022 hingga 2024 difokuskan pada pembangunan gedung-gedung pemerintahan.

Awal pekan ini, Jokowi mengajak para menteri ke IKN untuk menggelar Sidang Kabinet pertama di IKN. Dalam rapat paripurna tersebut, Jokowi menyampaikan latar belakang dan prospek proyek Nusantara yang ia gagas.

Simak Videonya:
https://www.facebook.com/share/v/SUqmm4293hSMDHsL/

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait