Jepang Tambah Investasi di RI, Toyota Shusho Sasar Industri Komponen Elektronik

Investasi Toyota Tsusho
Pertemuan antara Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu dengan manajemen Toyota Tsusho Corporation (TTC), di Tokyo, Jepang, Jumat (7/11/2025). Dok. BKPM

JAKARTA (gokepri) – Toyota siap investasi Rp1,6 triliun untuk memperkuat industri hilirisasi timah dan tembaga di Indonesia. Langkah ini diproyeksikan mendorong industri elektronik dan otomotif nasional.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyampaikan bahwa Toyota Tsusho Corporation (TTC) siap menanamkan investasi senilai 100 juta dolar AS atau sekitar Rp1,6 triliun untuk mendukung hilirisasi timah dan tembaga di Indonesia.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, mengatakan Toyota Tsusho merupakan perusahaan perdagangan dan investasi global bagian dari Toyota Group. Selama ini perusahaan tersebut telah menjadi mitra dagang PT Timah Tbk dalam penjualan produk turunan timah untuk pasar internasional.

HBRL

TTC berencana membangun fasilitas produksi solder paste di Indonesia. Saat ini proyek masih dalam tahap awal pembahasan dan dirancang untuk dikembangkan bersama PT Timah sebagai mitra lokal.

“Indonesia berkontribusi sekitar 18 persen terhadap pasokan timah dunia. Dengan posisi strategis ini, Indonesia memiliki peluang besar memperkuat industri komponen elektronik dan otomotif dalam negeri. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM berkomitmen mendorong hilirisasi yang menciptakan nilai tambah di dalam negeri,” ujar Todotua.

Secara global, lebih dari 50 persen konsumsi timah digunakan untuk memproduksi solder, terutama solder paste yang menjadi komponen penting dalam industri elektronik, otomotif, hingga energi surya. Permintaan dunia terhadap solder paste diproyeksikan meningkat dari 5.170 ton pada 2024 menjadi 6.300 ton pada 2029.

Selain timah, Toyota Tsusho juga menyatakan minat untuk berinvestasi dalam hilirisasi tembaga. Investasi ini ditujukan untuk mengamankan pasokan copper rod, bahan baku utama kabel, yang permintaannya terus naik seiring pertumbuhan industri otomotif global.

“Pemerintah siap memberi dukungan menyeluruh, mulai dari fasilitasi perizinan, kemudahan berusaha, hingga pendampingan saat operasional,” ujar Todotua.

Rencana investasi tersebut dibahas dalam pertemuan pemerintah dengan jajaran manajemen Toyota Tsusho di Tokyo pada Jumat (7/11), terutama terkait pengembangan industri solder paste dan industri copper rod di dalam negeri.

Jepang sendiri merupakan salah satu mitra ekonomi penting Indonesia. Dalam lima tahun terakhir, Jepang menempati posisi keempat sebagai sumber investasi asing langsung di Indonesia, dengan total nilai mencapai 18,89 miliar dolar AS dan rata-rata pertumbuhan tahunan 12,4 persen. Angka ini menunjukkan hubungan ekonomi kedua negara yang terus menguat, terutama dalam kerja sama hilirisasi, teknologi hijau, dan pertumbuhan berkelanjutan. ANTARA

Baca Juga: Tiga Raksasa Korea Selatan Siapkan Investasi Rp99 Triliun di Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait