Jepang Kaji Amonia Jadi Bahan Bakar Listrik Gantikan Batu Bara

Amonia Bahan Bakar Listrik
Pabrik PT Panca Amara Utama di Luwuk, Sulawesi Tengah. PAU menjadi mitra Mitsubishi untuk memproduki amonia sebagai bahan bakar listrik. (foto: PAU)

Tokyo (Gokepri.com) – Korporasi asal Jepang, Mitsubishi, bekerja sama dengan PT Panca Amara Utama untuk memproduksi bahan bakar dari amonia. Memakai teknologi penyimpanan karbon, bisa mengganti batu-baru untuk pembangkit listrik.

Mitsubishi telah mengumumkan kongsi dengan perusahaan asal Indonesia Panca Amara Utama, Jumat (19/3/2021). Dilansir Reuters, ada beberapa perusahaan lagi yang bergabung dengan kerja sama Mitsubishi ini selain Panca Amara Utama.

Jepang tengah mencari cara bagaimana meningkatkan permintaan bahan bakar amonia menjadi tiga juta ton per tahun pada 2030. Langkah ini juga demi menciptakan rantai pasokan bahan bakar baru di luar bahan bakar fosil dan bertujuan mengurangi emisi CO2 yang menyumbang besar terhadap perubahan iklim global.

HBRL

Umumnya, amonia digunakan untuk pupuk dan bahan baku industr. Tetapi senyawa tersebut tidak mengeluarkan karbon dioksida saat dibakar sehingga dipandang sebagai sumber energi masa depan yang efektif bersama dengan hidrogen.

Mitsubishi telah menandatangani nota kesepahaman dengan produsen amonia Panca Amara Utama, Japan Oil, Gas and Metals National Corporation (JOGMEC) dan Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung untuk melakukan studi bersama tentang CCS (carbon capture and storage) dan pemanfaatan karbondioksida untuk produksi bahan bakar amonia dari gas alam.

Empat pihak ini akan melakukan studi kelayakan CCS di dekat pabrik amonia Panca Amara Utama di Luwuk, Sulawesi Tengah, dan pabrik gas alam cair (LNG) Mitsubishi Donggi-Senoro di provinsi yang sama, dengan tujuan untuk menyimpan karbon dioksida yang dihasilkan selama fase produksi.

“Sasaran kami mengubah pabrik amonia PAU untuk menghasilkan 700.000 ton bahan bakar amonia bersih setahun dalam waktu sekitar lima tahun dan mengekspor bahan bakar tersebut ke pembangkit listrik tenaga batu bara Jepang,” kata juru bicara Mitsubishi seperti dikutip dari Reuters.

PAU, di mana Mitsubishi memegang saham, saat ini mengekspor amonia digunakan untuk pupuk, plastik dan bahan kimia ke negara-negara Asia, termasuk Jepang, Korea Selatan dan China. Tahun lalu, pembangkit listrik terbesar Jepang JERA mengatakan ingin menggunakan amonia di pembangkit listrik tenaga batu bara untuk membantu mengurangi emisi karbon mulai tahun 2030. (Can) | Sumber: Reuters

Baca Juga: Jepang Siapkan Investasi Rp57 Triliun untuk Indonesia

Pos terkait