Jepang Butuh 639 Ribu Pekerja, Indonesia Siapkan PMI Terampil

Kerja di Jepang untuk Perawat
Perawat di Jepang. Foto: BLOOMBERG

JAKARTA (gokepri) – Jepang membutuhkan 639 ribu tenaga kerja per tahun. Indonesia melihat peluang besar untuk mengirim pekerja migran terampil.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding menyebut kebutuhan itu bisa diisi oleh pekerja migran Indonesia (PMI). “Kalau bisa bekerja, kenapa harus magang tiga tahun? Itu kerja. Kami akan bicarakan dengan pemerintah Jepang untuk skema yang lebih tepat, misalnya SSW,” kata Karding di Jakarta, Rabu, 20 Agustus 2025.

Ia menyampaikan pernyataan tersebut setelah bertemu jajaran Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo, Selasa. Dalam pertemuan itu, Karding menyoroti praktik pengiriman PMI dengan status magang, padahal kenyataannya mereka bekerja penuh.

HBRL

Karding menuturkan Presiden Prabowo Subianto memberi mandat kepada Kementerian P2MI untuk memastikan perlindungan menyeluruh bagi PMI, sekaligus meningkatkan devisa negara melalui penempatan tenaga kerja terampil. Jepang masuk daftar prioritas karena kebutuhan tenaga kerja di Negeri Sakura diperkirakan mencapai 639 ribu orang per tahun dari seluruh dunia.

“Kalau Indonesia bisa mengisi 10 persen saja, berarti sekitar 63 ribu pekerja setiap tahun. Ini peluang besar yang tidak boleh dilewatkan. Tetapi mereka harus berangkat secara prosedural, terlatih, bersertifikat, dan yang terpenting menguasai bahasa Jepang,” ujarnya.

Untuk menjawab kebutuhan itu, Kementerian P2MI menyiapkan langkah strategis. Antara lain membuka kelas migran di sekolah dan kampus, serta mengonsolidasikan purna PMI yang pernah bekerja di Jepang untuk menjadi relawan pengajar bahasa.

Selain penguasaan bahasa, Karding menekankan penyesuaian standar sertifikasi tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan Jepang. “Kami tidak hanya ingin mengirim PMI, tapi memastikan mereka terlindungi, terampil, dan siap bersaing,” katanya.

Penempatan PMI ke Jepang, menurut Karding, harus berjalan proaktif dan terkoordinasi. Kolaborasi dengan KBRI Tokyo, pemerintah Jepang, dan pelaku usaha menjadi kunci agar pekerja migran mendapat perlindungan optimal. “Indonesia siap mengisi kebutuhan tenaga kerja di Jepang. Tapi jangan hanya dilihat sebagai angka. Yang terpenting, PMI harus ditempatkan secara bermartabat,” ujarnya. ANTARA

Baca Juga: Populasi Jepang Terus Anjlok

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait