Jembatan Batam-Bintan Telan Rp8,8 Triliun

Jembatan Batam-Bintan
Proyek Jembatan Batam-Bintan. (Grafis: Kementerian PUPR)

Jakarta (Gokepri.com) — Jembatan Batam-Bintan memasuki babak baru. Proyek yang menghubungkan Pulau Batam dengan Pulau Bintan ini ditaksir menelan biaya Rp8,8 triliun.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyatakan bahwa proses konstruksi jembatan ini masih dipelajari oleh Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur.

Direktur Pembangunan Jembatan Kementerian PUPR Yudha Handita Pndjiriawan mengatakan bahwa jenis kontrak paket konstruksi jembatan tersebut adalah kontrak tahun jamak. Pemerintah akan mendukung pendanaan konstruksi jembatan tersebut sekitar 30 persen.

HBRL

“Kemungkinan [pendanaan konstruksi Jemabtan Batam-Bintan] diambil dari dana loan luar negeri. [Sejauh ini] belum ada target negara asal pinjaman,” kata dia seperti dikutip dari Bisnis.com, Kamis (4/2/2021).

Proyek jembatan Batam—Bintan masuk dalam kategori solicited atau atas prakarsa pemerintah dengan nilai investasi sekitar Rp8,8 triliun. Dengan kata lain, pemerintah akan mendukung pendanaan proyek tersebut sekitar Rp2,64 triliun.

Proyek direncanakan akan mulai pembangunan pada 2022 atau akhir 2021. Direktur Jenderaan Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR, Eko Di Heripoerwanto dalam rapat dengan Komisi V DPR RI mengungkapkan tengah menyiapkan prakualifikasinya pada Februari.

“Kami baru menerima finalisasi dan review basic desain. Pertimbangan kapan konstruksi baru di 2022 awal atau akhir 2021,” ujar dia.

Lokasi jembatan yang sudah ditetapkan yaitu di kawasan Kabil-Tanjungsauh yang menjadi landing point. Bagian kedua Tanjungsauh-Pulau Buarua. Bagian ketiga Oulau Buau-Pulau Bintan.

Jembatan Batam—Bintan merupakan salah satu dari 13 rencana proyek kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) jalan dan jembatan pada 2021. Pada rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR, Ditjen Pembiayaan Infrastruktur menyampaikan bahwa jembatan tersebut merupakan salah satu dari 21 proyek KPBU dengan status ready to offer pada tahun ini.

Total 21 proyek KPBU jalan dan jembatan tersebut akan menambah panjang jalan nasional hingga 1.072,97 kilometer. Adapun, estimasi nilai investasi seluruh proyek tersebut mencapai Rp263,51 triliun.

(can)

|Baca Juga:

Pos terkait