Jemaah Haji dapat Asuransi Jiwa dan Kecelakaan, Ini Persentase Klaimnya

biaya hidup jch batam
Penyelenggaraan haji di Embarkasi Haji Batam. (dokumen)

Jakarta (gokepri.com) – Jemaah haji Indonesia mendapat asuransi jiwa dan asuransi kecelakaan. Persentase klaimnya bervariasi tergantung kecelakaan atau saat meninggal dunia.

Direktur Layanan Haji dalam Negeri Saiful Mujab asuransi tersebut diberikan sejak masuk asrama, ketika di tanah suci hingga sampai ke debarkasi kepulangan.

Saiful mengatakan jika jemaah haji meninggal saat masuk asarama, asuransi yang diberikan sebesar biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) yang disetorkan.

HBRL

Baca Juga: Kemenkes Kirim 107 Ton Obat untuk Layani Kesehatan Jemaah Haji

“Kalau kecelakaan, ada persentase perhitungan klaimnya tergantung tingkatan yang diderita. Ada juga extra cover. Jemaah haji yang wafat di pesawat, akan mendapat extra cover sebesar Rp125 juta. Ini bagian dari upaya pelindungan jemaah,” ujarnya Jumat 10 Juni 2023.

Dilansir dari laman kemenag.go.id, rincian pembayaran asuransi kecelakaan maupun asuransi jiwa adalah sebagai berikut, bagi jemaah meninggal dunia diberikan asuransi sebesar nilai Bipih.

Kemudian bagi jemaah meninggal karena kecelakaan diberi dua kali jumlah Bipih. Bagi jemaah kecelakaan yang mengalami cacat tetap, diberikan santunan dengan besaran yang bervariasi, antara 2,5 persen sampai 100 persen Bipih.

Pengurusan asuransi dilakukan oleh Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Asuransi akan membayar klaim melalui transfer ke rekening jemaah

Berdasarkan data Siskohat, sampai saat ini sudah ada 29 jemaah wafat. Sebanyak 23 jemaah wafat di Madinah dan 6 jemaah wafat di Makkah.

Tahun ini kuota jemaah haji Indonesia kembali normal. Jumlahnya sebanyak 221.000 orang, terdiri atas 203.320 jemaah haji reguler dan 17.680 jemaah haji khusus. Selain itu, Indonesia juga mendapat tambahan 8.000 kuota dari Arab Saudi.

Pelaksanaan ibadah haji Indonesia telah berjalan sejak 23 Mei 2023. Jemaah haji secara bertahap masuk ke Asrama Haji. Sehari setelahnya, jemaah mulai diberangkatkan ke Arab Saudi.

Pemberangkatan jemaah haji Indonesia gelombang pertama menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah berakhir 8 Juni 2023, ditutup dengan kedatangan jemaah kloter 38 Embarkasi Jakarta – Bekasi (JKS 38).

Total ada 263 kloter dengan 100.001 jemaah yang mendarat di Madinah dari 24 Mei – 8 Juni 2022.

Sejak 1 Juni 2023, jemaah yang tiba di Madinah secara bertahap diberangkatkan menuju Makkah. Sampai hari ini pukul 01.00 WIB, tercatat ada 120 kloter dengan 46.341 jemaah yang sudah tiba di Makkah dari Madinah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

***

Pos terkait