Jalan Ditutup Portal, Kampung Lome Mencekam

Suasana di Kampung Lome saat terjadi perselisihan antara petani dan pihak perusahaan.
Suasana di Kampung Lome saat terjadi perselisihan antara petani dan pihak perusahaan.

Bintan (gokepri.com) – Suasana jalan raya Lome, Gunung Kijang, Bintan tiba-tiba ramai dalam dua hari terakhir. Hal ini karena pihak PT BMW telah menutup akses pintu masuk jalan warga.

Akibat penutupan itu, ratusan petani tidak bisa masuk ke lahan yang selama ini mereka kelola. Lantaran dihadang oleh puluhan preman bertato yang mengaku suruhan dari pihak perusahaan BMW.

“Sudah tiga hari terakhir kami (petani tempatan) tidak diperbolehkan masuk melintasi jalan. Kami dilarang dan dihadang oleh puluhan preman bertato yang mengaku suruhan dari pihak BMW,” ucap Pak Tua, salah satu petani.

Dari Informasi yang diperoleh, sempat terjadi keributan antara petani dengan puluhan preman sewaan (suruhan) PT BMW. Puncaknya terjadi pada Sabtu (24/4/2021) sore.

Dalam peristiwa ini terlihat ratusan petani berkumpul untuk menghancurkan portal dan pos yang dibagun oleh PT BMW. Pos itu berdiri di pintu masuk menuju lahan (kebun) petani.

Namun upaya warga ini cepat diketahui pihak kepolisian hingga ada warga yang melapor. Mengetahui adanya perselisihan antara petani dan preman sewaan PT BMW, puluhan polisi berseragam dari Polres Blntan dan dari Polsek Gunung Kijang langsung melakukan pengamanan antisipasi.

Ariun (37), salah satu petani mengaku sudah bertahun-tahun memanfaatkan lahan negara yang terlantar itu. Sebelumnya tidak ada pihak-pihak yang melarang ia masuk ke kebun yang ia kelola.

“Tiga hari lalu, pagi-pagi sekali saat saya mau menanam pisang, tiba- tiba portal jalan ditutup. Kami dihadang puluhan preman bertato sewaan PT BMW, dan melarang kami masuk. Kami (petani) ingin agar portal dan pos yang dibagun PT BMW dimusnahkan,” kata Ariun di depan petugas kepolisisan yang didukung tepuk tangan rapusan petani.

Selain itu, para petani juga mengaku heran. Karena PT BMW mengklaim itu lahan mereka, sementara batas lahannya saja tidak ada dan sudah terbengkalai sejak 1993 silam.

Menurut UU Agraria, alokasi lahan untuk perusahaan hanya berlaku 20 tahun. Ini sudah hampir 30 tahun ditelantarkan, hingga merugikan negara dan masyarakat.

“Kami mendukung penuh pihak PT yang menjalankan amanah sesuai dengan peruntukannya, tidak merugikan negara dan juga rakyat. Jika dikatakan pihak PT BMW memiliki ijin HGB selama 30 tahun, mana bangunannya,” tegas Ketua Lembaga KPK Kepri, Kennedi Sihombing saat bicara mewakili ratusan petani.

Akhirnya perwakilan petani dan perwakilan pihak PT dipertemukan di pos keamanan oleh kepolisian. Hanya saja, dalam pembahasan sekitar 30 menit itu tidak ada kesimpulan yang disepakati bersama.

Menangapi hal itu, pihak Polres Bintan meminta agar perwakilan petani dan pihak PT BMW datang ke Polres Pada Senin (26/4/2021) untuk menanyakan legalitas kedua belah pihak.

“Untuk sementara, petani jangan masuk dulu ke portal yang sudah ada, sampai ada kejelasan pertemuan yang akan kita gelar di Polres Bintan,” Kata Kabag Ops Polres Bintan AKBP Sembiring dalam mediasi itu.

Permintaan pihak polres ini sempat ditolak petani, karena jika kebun mereka tidak dilihat, tentu tanaman dan ternak-ternak mereka terancam.

“Kita tidak akan masuk ke portal sampai hari Senin, menjelang pertemuan kedua belah pihak di Polres Bintan. Kami juga meminta pihak kepolisian agar berlaku adil, seharusnya pihak PT BMW juga tidak boleh berada di lokasi itu dan bukan hanya kami saja,” celoteh seorang petani.

Untuk diketahui, dalam peristiwa ini ada dugaan PT BMW melangar UU Pokok Agreria no 5 Th 1960 pasal, 27, 34 dan 40. Ditambah pula PP nomor 11 tahun 2010 tentang pemanfaatan tanah telantar demi kemakmuran rakyat Indonesia di NKRI. (r)

BAGIKAN