Investasi Rp16 Triliun, Sinyal Positif Apple Bangun Pabrik di Batam

apple investasi di Batam
Prabowo Subianto (kiri) bertemu dengan CEO Apple Tim Cook (kanan) di kantor Kementerian Pertahanan RI, Rabu (17/4/2024) Foto: Humas Menteri Pertahanan

BATAM (gokepri) – Apple Inc menunjukkan sinyal positif untuk berinvestasi di Batam. Perusahaan ini tengah menjajaki pendirian fasilitas produksi perangkat pelacak, AirTag. Investasinya ditaksir mencapai USD1 miliar atau setara Rp16 triliun.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, menyatakan pembahasan investasi tersebut masih berlangsung di tingkat pusat. AirTag, perangkat pelacak, saat ini sedang dalam tahap penetrasi pasar di Indonesia.

Ia memastikan sejauh ini tidak ada kendala berarti terkait rencana investasi tersebut. Pernyataan ini memperkuat indikasi keseriusan Apple dalam berinvestasi di Batam, yang dikenal sebagai kawasan industri strategis di Indonesia.

HBRL

“Semua tidak ada masalah. Sekarang masih dalam proses,” ujarnya di Batam, Jumat (24/1).

Sebelumnya, Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) RI, Faisol Riza, mengonfirmasi Apple telah mengunjungi Batam untuk meninjau potensi pendirian pabrik. Kunjungan ini merupakan langkah awal dalam negosiasi antara Apple dan pemerintah Indonesia.

“Setahu saya, mereka (Apple) sudah datang ke Batam dan melihat kemungkinan untuk membantu pabrik AirTag. Kita tunggu saja kelanjutannya,” ujar Faisol di Batam pada Kamis (18/1) lalu.

Meski demikian, keputusan akhir masih menunggu berbagai pertimbangan dari Apple, terutama terkait regulasi dan aspek teknis lainnya.

Salah satu aspek penting yang masih dibahas adalah pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). TKDN diwajibkan bagi produk teknologi yang beredar di Indonesia. Pembahasan TKDN ini tidak hanya berdampak pada AirTag, tetapi juga akan memengaruhi distribusi iPhone 16 di Indonesia.

Menurut Faisol, Apple masih dalam tahap awal pembicaraan terkait TKDN dan berupaya memahami regulasi di Indonesia.

“Mereka (Apple) menyampaikan ke kami, belum tahu pastinya seperti apa. Namun, mulai tahun 2025 atau 2026 diperkirakan sudah bisa mulai produksi,” katanya.

Dibangun Mitra Apple

Pabrik AirTag Apple
Apple AirTag. Apple akan membangun pabrik AirTag di Batam, Kepulauan Riau. Foto: Bloomberg

Luxshare, perusahaan teknologi asal Cina yang menjadi andalan Apple dalam memproduksi berbagai perangkat kini melebarkan sayap ke Indonesia. Merekalah yang akan membangun pabrik AirTag di Batam.

Nilai investasi pabrik tersebut mencapai USD1 miliar atau setara Rp16 triliun. Pabrik yang direncanakan beroperasi awal 2026 ini akan dibangun oleh Luxshare Precision Industry Co Ltd. Luxshare adalah perusahaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) asal Cina yang bermitra dengan Apple.

Luxshare didirikan pada 24 Mei 2004 dan terdaftar di ChiNext Board Bursa Efek Shenzhen pada 15 September 2010 dengan kode saham 002475. Perusahaan ini berfokus pada penyediaan solusi komponen, modul, dan sistem untuk berbagai produk.

Produk-produk tersebut meliputi produk komunikasi perusahaan seperti koneksi berkecepatan tinggi, modul optik dan pendingin, antena dan filter stasiun basis; produk elektronik konsumen seperti headphone nirkabel TWS, perangkat pintar, modul pengisian daya nirkabel, router 5G, headset VR, dan speaker pintar; serta sistem otomotif seperti kabel kelistrikan, konektor, kabin pintar, sistem mengemudi cerdas, dan gateway pusat.

Luxshare memiliki lebih dari 110 lini produksi yang tersebar di berbagai negara dan wilayah, termasuk di Asia, Eropa, dan Amerika. Perusahaan ini juga memiliki 16 pusat penelitian dan pengembangan (R&D) yang berlokasi di Cina dan Amerika Serikat. Cabang layanan mereka tersebar di Asia, Amerika Utara, dan Eropa.

Luxshare merupakan salah satu mitra utama Apple dalam memproduksi berbagai perangkat. Beberapa produk Apple yang diproduksi Luxshare antara lain AirPods yang diproduksi sejak 2017. Sejak akhir 2022, Apple mempercayakan produksi iPhone kepada Luxshare, terutama setelah gangguan produksi di pabrik Foxconn.

Luxshare juga memproduksi komponen MacBook, termasuk konektor kabel. Selain itu, Luxshare merupakan produsen awal dan satu-satunya untuk perangkat Apple Vision Pro. Dan yang terbaru, Luxshare akan membangun pabrik di Batam untuk memproduksi komponen AirTag dengan investasi US$1 miliar. Luxshare juga terlibat dalam pengembangan perangkat augmented reality (AR) Apple.

Diketahui, keberadaan Luxshare merupakan kepanjangan tangan dari rantai pasok Apple Inc di Indonesia. Produsen iPhone ini mendapat tekanan dari pemerintah Presiden Prabowo Subianto untuk merealisasikan investasi langsung, tidak hanya sebatas skema investasi. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani menyebut Luxshare siap menambah investasi menjadi US$10 miliar.

Baca Juga:
Pabrik AirTag Apple di Batam Siap Beroperasi Februari 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait