Ini Alasan Kenapa Kepri Minta Data PMI Terkonfirmasi Positif Covid-19 Dipisah

Singapura masuk Indonesia
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar. (Foto: gokepri)

Batam (gokepri.com) – Pemerintah Provinsi Kepri sejak awal meminta kepada pemerintah pusat agar data Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terkonfirmasi positif Covid-19 tidak dimasukkan dalam data harian Covid-19 Kepri.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar mengatakan pasalnya data tersebut tentu saja memberikan dampak terhadap psikologis masyarakat dan juga pastinya pariwisata di Kepri.

“Sejak awal Pak Gubernur sudah minta data ini dipisah, jangan digabung dengan data harian Kepri. Karena sudah pasti akan memberikan dampak terhadap penanganan di daerah kita,” kata Buralimar, Senin 17 Januari 2022.

Menurut Buralimar, Batam hanya menampung kepulangan PMI dan mayoritas merupakan bukan penduduk Kepri. Sehingga kurang tepat jika pemerintah menggabungkan data PMI positif Covid-19 dengan data masyarakat Kepri.

Pasalnya, dengan dimasukan data PMI ke data harian Kepri, seolah-olah kasus Cvid-19 di Kepri tinggi. Padahal kondisi yang sebenarnya hanya tinggal beberapa pasien saja yang dirawat.

“Pengaruhnya orang pasti akan takut datang ke Batam atau Kepri. Karena di data jumlah kasusnya tinggi, padahal data itu adalah PMI,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui bahwa pihaknya saat ini mengusung hashtag atau tagar 2022 Pariwisata Kepri Aman (#2022pariwisatakepriaman), untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan.

“Tahun lalu kita mengusung hastag 2021 Pariwisata Kepri Bangkit, tahun ini kita ganti 2022 Pariwisata Kepri Aman,” ujarnya.

Hal itu dilakukan pihaknya tidak lain bahwa supaya wisatawan dapat merasa aman dan nyaman saat datang ke Kepri.

(Penulis : Romadi)

BAGIKAN