JAKARTA (gokepri) – Meski tak menjadi fokus utama, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) akan terus berlanjut. Kebijakan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk melanjutkan proyek ambisius tersebut.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Mohamad Hekal, memastikan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tetap berjalan. Namun, ia menekankan proyek ini tidak lagi menjadi prioritas utama Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Arah kebijakan pembangunan akan lebih berfokus pada delapan program unggulan yang telah disampaikan oleh Presiden Prabowo dalam pidatonya.
“Berjalan, (pembangunan IKN) tetap berjalan. Cuma mungkin enggak dengan kecepatan yang mungkin dulu digembar-gemborkan,” ujar Hekal, Jumat (22/8).
Delapan program prioritas itu mencakup: ketahanan pangan, ketahanan energi, program Makan Bergizi Gratis, pendidikan bermutu, kesehatan berkualitas, penguatan ekonomi rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih, pertahanan semesta, serta percepatan investasi dan perdagangan global.
Meskipun IKN tidak menjadi fokus utama, Hekal menegaskan pembangunan tidak akan dihentikan. “Nah yang (program) lain-lain bukan dimatikan, tapi tetap didanai. Cuma kita lagi prioritaskan kepada yang delapan (program prioritas) itu dulu,” tambahnya.
Pada Rancangan Anggaran dan Pendapatan Negara (RAPBN) Tahun 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan IKN. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan jumlah alokasi tersebut dalam konferensi pers Nota Keuangan 2026.
“Rp6,3 triliun untuk IKN. Kalau tidak salah ya. Nanti kalau salah saya koreksi lagi,” ujar Sri Mulyani.
Berdasarkan Buku II Nota Keuangan RAPBN 2026, alokasi anggaran yang tercatat sebesar Rp6,26 triliun. Angka ini terbagi menjadi Rp5,71 triliun untuk Program Pengembangan Kawasan Strategis dan Rp553 miliar untuk Program Dukungan Manajemen. ANTARA
Baca Juga: Enam Bank Pelopor akan Beroperasi di IKN pada 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








