BATAM (gokepri) – Longsor terjadi di kawasan pembatas lahan di simpang Bengkong Laut, Kota Batam, pada Senin pagi (11/8). Bencana ini dipicu hujan lebat yang mengguyur sejak dini hari dan diperparah bangunan tambahan milik warga yang didirikan tanpa izin.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Batam, Agus Bendri, mengatakan longsor terjadi akibat curah hujan tinggi. “Saat kami cek ke lapangan, ternyata ada bangunan tambahan milik warga yang dibangun tanpa sepengetahuan pemerintah,” ujar Agus.
Senada dengan itu, perwakilan Dinas Bina Marga Batam, Aprozi, menegaskan pembangunan liar tanpa pengawasan menjadi salah satu penyebab utama. “Warga melakukan penambahan bangunan tanpa izin, jadi kami tidak bisa melakukan kontrol,” katanya.
Tim reaksi cepat gabungan dari BPBD, Dinas Bina Marga, Ditpam BP Batam, kepolisian, dan instansi lainnya dikerahkan ke lokasi. Evakuasi material longsor dilakukan dengan alat berat milik Dinas Bina Marga.
Akibat longsor, jalur dari arah Sei Panas menuju Bengkong Laut ditutup sementara dan dialihkan satu arah. “Warga Bengkong kami mohon bersabar. Proses perbaikan mungkin membutuhkan waktu,” kata Kepala Dinas Kominfo Batam, Rudi Panjaitan.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, telah memerintahkan pembentukan tim reaksi cepat untuk penanganan bencana longsor dan banjir. Tim ini bertugas merumuskan solusi untuk mengantisipasi kejadian serupa. Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Batam juga telah melakukan pendalaman alur air di 60 titik rawan.
Baca Juga: Cegah Longsor, Proyek Cut and Fill Bukit Vista Dihentikan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








